Website Pendidikan Indonesia

Mengenal Semua Perbedaan SNMPTN, SBMPTN dan Jalur Mandiri

perbedaan snmptn sbmptn dan mandiri
sumber gambar : canva.com

Sudah siap mendaftar seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri di tahun 2022 ini? Setidaknya, ada tiga jalur berbeda yang bisa ditempuh, yaitu jalur SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri.

Nah, ketiganya memiliki beberapa perbedaan karakteristik, misalnya waktu pelaksanaan, proses pendaftaran seleksi, adanya perbedaan biaya pendaftaran, biaya kuliah, dan masih banyak lagi.

Untuk itu melalui artikel ini kita akan mengenali semua perbedaan SNMPTN, SBMPTN dan Jalur Mandiri secara rinci. Penasaran? yuk simak selengkapnya.

Perbedaan SNMPTN, SBMPTN dan Jalur Mandiri

1. Pengertian Umum

Apa dan bagaimana sih perbedaan dari ketiga jalur tersebut?

SNMPTN merupakan singkatan dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. 

Berbeda dengan jalur seleksi lainnya, SNMPTN merupakan jalur seleksi penerimaan mahasiswa yang menggunakan nilai rapor, prestasi akademik dan/atau portofolio, serta tidak membutuhkan Tes sebagai penentu kelolosan. Sehingga SNMPTN sering disebut dengan jalur undangan.

Nah kalau SBMPTN memiliki kepanjangan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. 

Meskipun memiliki kemiripan dari segi nama dengan SNMPTN. Secara keseluruhan keduanya merupakan jalur seleksi yang sangat berbeda.

SBMPTN merupakan seleksi penerimaan mahasiswa yang dilaksanakan secara nasional didasarkan pada hasil nilai UTBK dan/atau portofolio. Jadi Kamu perlu mengikuti Tes tertulis terlebih dahulu untuk bisa lolos, nilai rapor SMA tidak menjadi pertimbangan.

Sedangkan, Jalur Mandiri merupakan proses seleksi yang hampir sama dengan SBMPTN yaitu perlu tes tertulis dan tidak mempertimbangkan nilai rapor. 

Perbedaannya terletak dari segi pelaksanaannya yang diselenggarakan secara mandiri oleh masing-masing Perguruan Tinggi Negeri.

Persaingan bukan lagi tingkat nasional namun hanya pendaftar di Universitas tersebut, Selain itu seluruh ketentuannya juga akan berbeda pada masing-masing kampus yang menyelenggarakan.

2. Jadwal Pelaksanaan

Perbedaan SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri yang selanjutnya adalah Jadwal pelaksanaannya. Ketiganya dilaksanakan secara berurutan.

a. SNMPTN

Menjadi yang pertama dilaksanakan dibandingkan yang lainnya. Jadwal pendaftaran dimulai bulan Januari dan pengumuman pada bulan Maret setiap tahunnya. 

Penyeleksian melibatkan sekolah untuk menetapkan calon peserta SNMPTN yang layak guna memenuhi kuota berdasarkan akreditasi sekolah.

Bisa dikatakan melalui jalur ini, sebelum Kamu resmi lulus sekolah SMA/SMK/MA, Kamu sudah bisa dinyatakan sebagai mahasiswa baru apabila diterima. Enak bukan?

Untuk melihat jadwal lengkap SNMPTN 2022 bisa dilihat disini.

b. SBMPTN

Pendaftaran SBMPTN biasanya sudah mulai dibuka menjelang pengumuman SNMPTN yaitu sekitar bulan Maret.

Kemudian, proses pelaksanaan Tes UTBK dilaksanakan di bulan Mei menjadi 2 Gelombang, perbedaan waktu pelaksanaan gelombang 1 dan 2 kurang lebih 1 minggu, dan diumumkan bulan Juni. 

Meskipun ada 2 gelombang, peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK sekali saja.

Simak jadwal lengkap SBMPTN 2022 disini.

c. Jalur Mandiri

Sedangkan jadwal jalur mandiri berbeda-beda setiap Universitas penyelenggara. Tetapi yang pasti, dilaksanakan setelah SBMPTN, yaitu sekitar bulan Juni – Juli.

Karena setiap universitas memiliki jadwal pendaftaran dan tes seleksi mandiri yang berbeda-beda, sebaiknya rajinlah untuk mencari informasi jadwalnya.

Dengan adanya perbedaan tersebut, ada keuntungannya juga lho. Kamu jadi bisa mendaftar Jalur Mandiri di beberapa Kampus sekaligus.

3. Proses Seleksi

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, proses seleksi SNMPTN menggunakan nilai akademik selama di SMA. Nilai rapor yang digunakan yaitu semester 1 sampai 5.

Selain itu, ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi kelolosan.

Berikut faktor yang dipertimbangkan untuk lolos SNMPTN

  • Nilai rapor semester 1-5 SMA atau nilai rapor kelas 10 – 12 (semester 1)
  • Portofolio untuk Jurusan di bidang Olahraga dan Kesenian
  • Prestasi Akademik
  • Rekam jejak atau riwayat alumni di Universitas yang kamu pilih (jika ada)
  • Status Akreditasi Sekolah
  • Teman satu sekolah yang memilih Program Studi dan Universitas yang sama

Berikut gambar bagan tahapan proses seleksi SNMPTN

Berbeda dengan sebelumnya, SBMPTN tidak mempertimbangkan nilai rapor dan sebagainya. Agar bisa lolos Kamu perlu mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

UTBK sendiri merupakan sebuah tes berbasis komputer yang terdiri dari Tes potensi Skolastik (TPS), Tes Kemampuan Bahasa Inggris, dan Tes Kemampuan Akademik (TPA) yang mana hasilnya digunakan untuk menentukan kelolosan.

TKA Saintek meliputi Biologi, Kimia, Fisika, Matematika, dan TKA Soshum meliputi Geografi, sejarah, Ekonomi, dan Sosiologi. 

Materi TPS berkaitan dengan penalaran umum, pemahaman bacaan dan Menulis (PBM), pengetahuan dan pemahaman umum (PPU), pengetahuan kuantitatif (PK), serta Bahasa Inggris.

Ditambah, apabila kamu memilih program studi olahraga dan seni, harus melampirkan portofolio sesuai dengan ketentuan yang diberikan.

Kamu bisa bebas memilih program studi yang diinginkan. Meskipun tidak disarankan, Kamu bisa memilih Prodi lintas Jurusan. Khususnya dari jurusan IPA ke IPS.

Nah untuk Jalur Mandiri, secara teknis proses seleksinya sebenarnya hampir sama dengan SBMPTN. Perbedaannya terletak pada ketentuan tiap universitas yang mengadakan.

Misalnya di Unsoed, biasanya SM Unsoed akan menggunakan nilai hasil SBMPTN untuk diseleksi kembali. Artinya kamu hanya perlu mendaftar dan tidak perlu mengikuti ujian tertulis.

Sekali lagi, jalur mandiri akan berbeda-beda setiap kampus. Jadi pastikan kamu mengetahui setiap peraturannya.

4. Perbedaan Kuota Peserta atau Daya Tampung

Berdasarkan website resmi LTMPT, terdapat perbedaan alokasi daya tampung atau kuota peserta. SNMPTN mendapatkan kuota minimum 20%, SBMPTN minimum 40%, dan kuota Jalur mandiri maksimum 30 % dari jumlah seluruh mahasiswa yang diterima.

Hal ini bisa dianalogikan dari 100 mahasiswa yang diterima di Prodi Gizi, minimal 20 orang diambil dari jalur SNMPTN, minimal 40 mahasiswa dari SBMPTN, serta maksimal 30 orang diambil dari jalur Mandiri.

Khusus SNMPTN, tidak semua siswa kelas 12 bisa mengikutinya. Tetapi terlebih dahulu harus masuk dalam kuota yang tersedia berdasarkan akreditasi sekolah.

Berikut kuota peserta SNMPTN berdasarkan akreditasi sekolah

  • Akreditasi A: 40 % terbaik di sekolahnya
  • Akreditasi B: 25 % terbaik di sekolahnya
  • Akreditasi C dan lainnya: 5% terbaik di sekolahnya

Ternyata jika dilihat lebih detail cukup banyak juga ya perbedaan SNMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri dari segi kuota dan daya tampungnya.

5. Biaya Pendaftaran

Pendaftaran Jalur SNMPTN tidak membutuhkan biaya alias gratis, jika diberikan kesempatan untuk mengikutinya sebaiknya jangan pernah disia-siakan.

Sedangkan pada SBMPTN terdapat biaya pendaftaran yang harus dibayarkan, yaitu Rp. 200.000 untuk kelompok saintek atau soshum dan Rp. 300.000 untuk kelompok campuran.

Kelompok campuran adalah pendaftar lintas jurusan atau yang memilih prodi saintek dan prodi soshum secara bersamaan. Misalnya pilihan pertama prodi kedokteran, dan pilihan lainnya prodi akuntansi.

Nah kalau biaya pendaftaran jalur mandiri bisa berbeda-beda, secara umum biayanya mulai dari Rp. 200.000 – Rp. 350.000.

6. Perbedaan Biaya Kuliah

Biaya kuliah menjadi salah satu perbedaan SNMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri yang paling mencolok.

Dapat dikatakan biaya kuliah jalur SNMPTN dan SBMPTN hampir sama atau cenderung sama, keduanya seringkali mendapatkan UKT golongan 1-7 disesuaikan dengan kemampuan perekonomian keluarga dari mahasiswa.

Sedangkan biaya kuliah pada jalur mandiri cenderung lebih tinggi, kebanyakan dibebankan pada golongan UKT tinggi, meskipun tidak semuanya. 

Selain itu, jalur mandiri pada banyak PTN terdapat biaya uang pangkal yang kisarannya mulai dari 10 juta ke atas. 

Jadi terlihat jelas bahwa terdapat perbedaan biaya kuliah SNMPTN, SBMPTN, dan jalur mandiri. Dimana jalur mandiri memiliki biaya kuliah yang lebih tinggi, selain UKT ada juga kewajiban membayar uang pangkal.

7. Ketentuan Peserta

Tidak semua lulusan bisa bebas mengikuti ketiga jalur seleksi.

Ketentuan peserta SNMPTN hanya boleh diikuti oleh siswa kelas 12 SMA/SMK/MA pada saat pembukaan pendaftaran. Misalnya SNMPTN tahun ini hanya boleh diikuti siswa kelas 12 yang akan lulus di tahun 2022.

SBMPTN memiliki ketentuan yang berbeda. SBMPTN dapat diikuti oleh lulusan tahun yang sama atau 2 tahun sebelumnya dengan usia maksimal 25 tahun saat mendaftar. 

Misalnya, pada pendaftaran SBMPTN tahun 2022 berarti boleh diikuti oleh siswa lulusan tahun 2020, 2021, dan 2022. Selain itu juga boleh lho diikuti siswa paket C dan memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing.

Nah sedangkan jalur mandiri hampir sama dengan SBMPTN. Kebanyakan universitas menetapkan ketentuan serupa dengan SBMPTN.

Sobat Kuliahind, demikian bahasan mengenai perbedaan SNMPTN, SBMPTN dan jalur mandiri secara mendetail. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat bagi sobat sekalian.

Apabila ada pertanyaan, silahkan tanyakan pada kolom komentar ya. Terima kasih.