Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Membuat Personal Statement Beasiswa Dan Universitas

personal statement

Personal statement merupakan berkas yang sangat dibutuhkan ketika memiliki rencana untuk mendaftar beasiswa, atau melanjutkan kuliah di Luar Negeri.

Sebagian besar pendaftaran Universitas di luar negeri dan juga beberapa beasiswa di Indonesia, contohnya beasiswa LPDP menjadikan personal statement sebagai persyaratan wajib selain transkrip nilai, surat rekomendasi, serta berkas lainnya.

Sebagai salah satu berkas yang akan menentukan keberhasilanmu, maka sangatlah penting untuk membuat personal statement yang baik dan benar. 

Melalui artikel ini kita akan terlebih dahulu memahami pengertiannya, mengapa menjadi penting, apa saja isinya, dan tips bagaimana cara membuat personal statement yang menarik baik untuk beasiswa maupun mendaftar kuliah di luar negeri.

Pengertian

Apa itu personal statement? Yang dimaksud personal statement adalah sebuah essay/uraian yang menjelaskan mengenai motivasi pribadi, pencapaian, tujuan, besarnya minat dan komitmen, serta alasan mengapa Kamu layak dipilih guna meyakinkan pihak terkait sesuai keperluan, misalnya mendaftar beasiswa, perguruan tinggi, maupun bekerja.

Biasanya ditulis secara singkat dalam satu atau dua halaman dengan gaya bahasa semi formal. Namun setiap instansi memiliki ketentuan masing-masing yang harus dipatuhi.

Hampir sama dengan essay beasiswa unggulan, personal statement dapat menjadi jendela untuk menunjukkan keunikan, serta hal terbaik yang menegaskan kamu lebih menonjol dibandingkan para pendaftar lainnya.

Berkas tersebut bisa menggambarkan keunggulan dirimu melalui sisi yang berbeda selain melalui riwayat nilai akademik dan juga CV.

Mungkin saja kamu memiliki nilai yang sama dengan pesaingmu, maka personal statement akan mempermudah panitia seleksi untuk menilai bahwa kamulah yang lebih baik.

Lalu mengapa berkas ini sangat penting? terdapat berbagai macam manfaat yang bisa diambil melalui adanya personal statement, sehingga berkas tersebut dianggap sangat penting bagi pihak penyelenggara beasiswa maupun Universitas.

Manfaat personal statement, diantaranya

  • Sebagai wawasan mengetahui kepribadian
  • Menjadi bukti keahlian dan profesionalisme melalui kualitas tulisan
  • Mengetahui alasan mendaftar, minat, dan komitmen
  • Mengetahui caramu mengatasi permasalahan selama studi sebelumnya

Isi Personal Statement

Sebenarnya tidak ada ketentuan baku yang mengatur apa saja isi yang harus dituliskan, karena bisa saja setiap instansi menetapkan ketentuannya masing-masing. 

Akan tetapi, sebaiknya isi personal statement dituliskan secara runtut, jelas dan logis.

Berikut format personal statement sebagai acuan,

1. Menceritakan Motivasi Pribadi Memilih Beasiswa/ Universitas Tersebut

Personal statement bukanlah CV yang berisikan berbagai daftar mengenai dirimu, melainkan sebuah uraian yang bisa menggambarkan bagaimana motivasi dirimu.

Dalam bagian ini, kamu bisa menceritakan hal apa yang menginspirasimu sehingga memilih untuk mendaftar beasiswa atau perguruan tinggi tersebut.

Beberapa pertanyaan ini bisa membantu dalam menyampaikan motivasi pribadi,

  • ada ribuan jenis beasiswa yang bisa kamu daftar, kenapa memilih beasiswa ini?
  • mengapa kamu tertarik mendaftar beasiswa ini / perguruan tinggi ini?
  • berdasarkan informasi yang kamu ketahui mengenai beasiswa/kampus ini, apa yang membuatmu tertarik?

2. Menyampaikan Pencapaian dan Keunggulan yang Dimiliki

Jangan ragu untuk menyampaikan prestasi, dan pencapaian yang bisa menunjukan keaktifan dirimu baik dalam bidang akademis ataupun bidang lainnya.

Kamu bisa mencoba menuliskan keunggulan yang dapat memberikan dampak positif terhadap beasiswa maupun Universitas yang kamu inginkan. Tentu komitmen dan kontribusimu juga sangat mereka harapkan bukan?

Cobalah untuk menghubungkan apa keunggulan yang dimiliki, dengan bagaimana keunggulan tersebut bisa berkontribusi terhadap kebutuhan di jurusan/ universitas atau beasiswa yang kamu daftar. 

Hal ini bisa membuat Kamu terlihat sebagai aset yang berharga.

3. Caramu Menghadapi Masalah

Poin ini berkaitan dengan sebelumnya, dalam usaha mencapai keberhasilan tentu tidak bisa terlepas dari masalah ataupun kegagalan bukan?

Melalui poin ini cobalah untuk menyampaikan bagaimana Kamu memecahkan masalah, bagaimana mengatasi kegagalan, dan bagaimana menghadapi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan akademik.

Singkatnya, pada bagian ini cobalah untuk menyampaikan masalah, kegagalan, atau permasalahan akademik yang pernah dihadapi, kemudian tunjukkan bagaimana Kamu bisa beradaptasi dan berkembang dari menangani masalah tersebut.

Gabungkan penyampaian poin ini dengan seluruh pengalaman kegiatan yang pernah kamu ikuti, misalnya pengalaman kerja yang relevant, kegiatan organisasi, dan sebagainya.

Tetapi ingat, bahwa personal statement adalah uraian yang sifatnya menceritakan detail dan bukan hanya list kegiatan yang pernah diikuti. Jadi, tuliskan pengalaman tersebut bersama dengan manfaat yang kamu peroleh.

Misalnya kegiatan organisasi yang diikuti mampu melatih jiwa kepemimpinan (leadership skill) dan juga kemampuan bekerja tim (teamwork skill).

4. Tujuan di Masa Depan

Setelah berhasil menghadapi permasalahan, tentu akan ada harapan dan tujuan besar yang ingin dicapai.

Bagian ini cobalah untuk menuliskan rencana apa yang ingin kamu lakukan di masa depan, termasuk apa yang ingin dipelajari, bagaimana tujuan jenjang karir setelah studi, dan sebagainya.

Kamu memang tidak bisa menentukan dimana kamu akan berhasil sesuai dengan rencanamu. 

Akan tetapi, seseorang yang memiliki rencana dalam hidupnya akan lebih baik dibandingkan tidak memiliki rencana. 

Dalam seleksi, biasanya perguruan tinggi atau pihak beasiswa ingin memahami apa yang kamu minati, dan bagaimana rencanamu dalam mencapai tujuan tersebut.

Poin ini menjadi sangat penting bersama dengan poin 2 dan 3, karena bisa menjadi nilai tambah dalam persaingan.  

5. Kalimat Singkat Sebagai Pernyataan Penutup

Merupakan kesempatan terahir untuk memberikan kesan positif kepada panitia seleksi. 

Buatlah kalimat penutup yang menegaskan dan mampu meyakinkan pihak universitas maupun pihak beasiswa, bahwa kamu layak untuk mereka pilih.

cara membuat personal statement

Cara Membuat Personal Statement

1. Baca dan Pahami Ketentuan dengan Hati-Hati

Langkah awal dalam membuat personal statement yang baik adalah memahami setiap instruksi yang diberikan oleh pihak penyelenggara seleksi.

Memahami setiap ketentuan akan membuka pintu untuk munculnya ide-ide yang akan dituliskan. Misalnya ada ketentuan menulis maksimal 500 kata. 

Maka kamu bisa membayangkan apa saja isi personal statement yang akan kamu tuliskan dalam 500 kata tersebut. 

Selain itu, hal ini akan menghindarkanmu dari kesalahan yang membuat seluruh usahamu menjadi sia-sia. 

Singkatnya, sangat penting untuk membaca secara lengkap ketentuan yang diberikan.

2. Merangkai Ide Pokok

Ingat ya, meskipun tidak ada ketentuan baku, membuat personal statement yang baik harus tetap mempertimbangkan penyampaian yang runtut, jelas dan logis.

Tuliskan dalam catatan kecil poin apa saja yang akan ditulis, kemudian lengkapi poin-poin tersebut dengan mencatat seluruh hal yang sudah pernah dilakukan untuk mendukung ide pokok tersebut.

Misalnya penghargaan yang pernah diraih, kegiatan yang pernah diikuti, kompetisi, dan sebagainya.

Intinya, tahapan ini berusahalah menyusun kerangka penulisan yang berkesinambungan.

3. Segera Menulis dan Jangan Menunda

Membuat personal statement tidaklah gampang dan juga tidak bisa menulisnya dalam waktu singkat. Bagi sebagian orang ada yang membutuhkan berhari-hari, atau bahkan beberapa minggu. 

Jadi bersegeralah menulis.

Pada tahap ini, tidak perlu terpaku dengan batasan jumlah kata yang diberikan.

Tuliskan sebanyak yang kamu bisa dan cobalah menggunakan gaya bahasamu secara natural/ mengalir. Explore dan ekspresikan seluruh ide yang sudah kamu punya.

Meskipun demikian, cobalah untuk tetap spesifik. Tidak perlu menceritakan seluruh kisah hidupmu. Kuncinya adalah memfokuskan pembahasan mengenai dirimu namun tetap relevan dengan beasiswa maupun universitas yang kamu tuju.

Gunakan detail menarik yang membantu pembaca untuk melihat dan mengekspresikan perspektif unikmu, tetapi ingatlah bahwa tidak harus memasukkan seluruh detail dari apa yang Kamu lakukan atau pikirkan.

Cobalah untuk tetap spesifik dan ilustratif. Selain itu, jagalah kualitas dan originalitas tulisanmu. Semuanya tentang dirimu, jadi tidak perlu mengcopy paste milik orang lain.

4. Pilah yang Terpenting

Ambil waktu istirahat beberapa jam setelah kamu menuliskan semuanya ke dalam personal statement.

Kemudian, pikirkan sekaligus renungkan kembali seluruh hal yang telah kamu tuliskan. Mungkin saja tulisanmu akan melebihi batas jumlah kata yang ditentukan sebelumnya. Namun tidak perlu khawatir.

Mulai tahap ini pikirkan apakah semua yang ditulis itu penting? apakah ada yang tidak dibutuhkan atau tidak relevan dengan Universitas atau beasiswa yang Kamu tuju?

Temukan dan persingkat personal statement menjadi semakin spesifik, relevan dan tentu sesuai ketentuan.

5. Periksa Kesalahan Penulisan

Hampir semua personal statement ditulis menggunakan bahasa Inggris, hal ini tentu meningkatkan potensi kesalahan ketik, tata bahasa, ejaan, dan tanda baca maupun pemilihan kosakata. 

Pastikan terbebas dari kesalahan semacam ini, bila perlu mintalah bantuan teman atau orang yang lebih profesional untuk melakukan pengecekan.

Lalu, apakah personal statement bahasa Indonesia juga perlu dilakukan pengecekan? Tentu saja. Menulisnya memang lebih mudah, tapi bukan berarti tidak bisa salah kan?

6. Edit dan Koreksi

Lakukan pengecekan dan perbaikan pada bagian yang diperlukan secara berulang-ulang. 

Pastikan tulisanmu sudah menampilkan keunikan dan membuat personal statement Kamu terlihat menonjol dibandingkan milik peserta lainnya. 

Sebagian besar dari personal statement memamerkan keterampilan menulis tingkat yang superior, jadi luangkan waktu Kamu untuk membuat pernyataan yang menarik dan benar secara teknis. 

Selain itu, Kamu bisa meminta bantuan seseorang untuk membacakannya, sehingga kamu bisa merasakan tulisan sendiri dari perspektif yang berbeda.

Lakukan review secara berulang hingga kamu merasa benar-benar puas dan yakin.

Sobat Kuliahind, demikian pembahasan mengenai pengertian, isi, dan cara membuat personal statement. Semoga artikel ini dapat bermanfaat khususnya bagi sobat yang saat ini memiliki rencana untuk melanjutkan kuliah di luar negeri ataupun mendaftar beasiswa.

Lakukan yang terbaik dan semoga sukses.

Fadlil F
Fadlil F Fadlil adalah mahasiswa Gizi di Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang memiliki ketertarikan pada menulis, gizi, olahraga, dan perkuliahan.

Post a Comment for "Cara Membuat Personal Statement Beasiswa Dan Universitas"