Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Proposal Skripsi, Prosedur, dan Sistematika Penulisan

contoh-proposal-skripsi
sumber : canva.com

Setelah sebelumnya kita banyak membahas mengenai beasiswa, melalui bahasan kali ini saya ingin berbagi pengalaman kembali tentang kewajiban sebagai mahasiswa akhir di tahun 2021 ini yaitu menyelesaikan Proposal Penelitian Skripsi.

Berbeda dengan menulis artikel, skripsi merupakan karya ilmiah yang membutuhkan metode dan alur yang sudah ditetapkan secara baku. Termasuk tata cara penulisan, isi, hingga tahapan-tahapan teknis yang harus dipenuhi untuk menyelesaikannya. 

Salah satunya tahapannya adalah pengajuan proposal penelitian skripsi.

Apa itu Proposal Skripsi?

Secara singkat Proposal Skripsi adalah sebuah perencanaan awal dari skripsi, yang berisi data permasalahan, ide pokok latar belakang, metodologi, dan alur pikiran (kerangka konsep) penelitian yang akan digunakan dalam menyusun skripsi.

Karena sifatnya baru pengajuan, proposal belum tentu disetujui untuk dilanjutkan menjadi skripsi. 

Untuk menentukan bisa atau tidaknya proposal dilanjutkan, harus melalui seminar proposal skripsi di depan dosen penguji dan dosen pembimbing.

Kalau tidak disetujui bagaimana? biasanya diberikan beberapa saran dan opsi di antaranya menulis ulang dengan topik lain, mengganti variabel penelitian, atau merevisi sesuai saran dari dosen ketika seminar proposal. 

Opsi yang terakhir biasanya disetujui dengan revisi.

Baca Juga :

Mengapa Contoh ini Penting?

Kompleksnya tahapan pembuatan skripsi, menyebabkan sebagian mahasiswa menganggap proses menulis proposal skripsi hingga menjadi skripsi sangat susah.

Untuk itu, melalui artikel ini saya ingin berbagi beberapa contoh proposal skripsi yang mungkin bisa menjadi referensi yang bermanfaat.

Sebelum itu mari kita membahas seluruh hal yang berkaitan dengan proposal skripsi, termasuk tahapan membuat, sampai pengajuan seminar proposal skripsi, format dan kerangka proposal, sampai bentuk penulisannya. 

Oke langsung saja, Markibass..

Setiap Perguruan tinggi mungkin saja memiliki ketentuan yang berbeda-beda, namun untuk alur tahapannya tidak akan berbeda jauh.

Lalu bagaimana cara menulis dan apa saja tahapan yang harus dilalui selama menyusun proposal skripsi yang cukup kompleks?

Prosedur Penyusunan Proposal Skripsi

1. Mencari Ide Topik Skripsi dan Menentukan Judul

Awali dengan mencari topik apa yang akan dibahas, kemudian sederhanakan topik tersebut menjadi judul skripsi. 

Topik dan judul dapat ditentukan setelah mencari data-data permasalahan yang bisa diteliti. Itu artinya untuk bisa memilig topik dan juga judul, terlebih dahulu mencari data-data permasalahan yang bisa diteliti

Topik/ tema sifatnya lebih umum dan luas dibandingkan judul, sedangkan judul sifatnya memfokuskan penelitian yang akan diambil dari topik tersebut.

Misalnya, contoh topik yang dipilih adalah gizi masyarakat khususnya stunting. Nah judul yang bisa dipilih contohnya faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak sekolah di kecamatan abcd, atau pengaruh praktik asi eksklusif terhadap kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas abcd. 

Sebaiknya tentukan lebih dari satu judul. Biasanya mahasiswa membuat 3 - 5 judul sebagai pilihan untuk diajukan. 

2. Mengajukan Judul ke Dosen Pembimbing

Setelah judul ditentukan selanjutnya mengajukannya kepada dosen pembimbing. Mahasiswa dan dosen akan berdiskusi menentukan satu judul yang sesuai. 

Tidak ada salahnya untuk mengutarakan pendapat yang mempertahankan pilihan judul utamamu apabila pilihan tersebut dipertanyakan oleh dosen. 

Di sini judul akan diseleksi dan hanya tersisa satu judul untuk proposal skripsi. Selain itu, mintalah saran untuk menentukan apakah sebaiknya penelitian bersifat kualitatif, atau kuantitatif. 

3. Mulai Menyusun Proposal dengan Saran Dosen Pembimbing

Setelah permasalahan penelitian, judul, dan jenis penelitian sudah ditentukan saatnya menuliskannya menjadi proposal.

Bentuk penulisan proposal skripsi terdapat dua macam yaitu proposal skripsi mini dan proposal skripsi penuh.

Proposal mini adalah bentuk sederhana karena menyederhanakan penulisan tiga bab menjadi satu bab saja. 

Meskipun sederhana, namun justru memakan waktu lebih lama karena setelah disetujui harus menulis ulang menjadi tiga bab secara lengkap baru melanjutkannya menjadi skripsi.

Sedangkan proposal penuh merupakan penulisan proposal sesuai dengan sistematika yang lengkap dimulai dari bab 1 hingga bab 3, terdapat beberapa kampus yang memiliki ketentuan hingga bab 4.

Penulisan ini lebih menguntungkan karena tidak perlu menuliskan ulang dari awal apabila sudah disetujui dosen pembimbing.

Terdapat contoh proposal skripsi dari keduanya di bawah. Simak terus ya.

4. Persetujuan

Setelah melakukan penulisan dan melakukan bimbingan, selanjutnya akan disetujui oleh dosen pembimbing, kepala prodi (Kaprodi), dan kepala jurusan (Kajur) kemudian diajukan untuk seminar proposal.

5. Seminar Proposal Skripsi

Di tahapan ini, proposal yang sudah selesai ditulis akan diujikan di hadapan dosen pembimbing.

Dalam prosesnya, naskah disajikan dalam bentuk ppt proposal skripsi yang menarik, singkat, namun bisa menjelaskan secara lengkap. 

Dilakukan presentasi kurang lebih 10 menit, dilanjutkan sesi tanya jawab, kemudian sesi ditutup dengan penentuan apakah disetujui atau ditolak. 

6. Revisi, Pengarsipan dan Pelaksanaan Penelitian Skripsi

Hasil dari seminar apabila disetujui, akan disertai dengan permintaan perbaikan. Jadi harus melakukan revisi dan bimbingan kembali, bedanya disini dosen penguji juga akan turut mengawasi revisian dan bimbingan.

Setelah berhasil diperbaiki proposal dicetak, diperbanyak, dan ditanda tangani kemudian di simpan sebagai arsip. 

Setelah seluruh tahapan tersebut selesai, barulah Kita bisa melaksanakan penelitian skripsi.

Nah bagaimana ? cukup rumit dan melelahkan bukan?. 

Selanjutnya, sebelum kita membaca contoh proposal skripsi, alangkah baiknya kita memahami sistematika penulisannya.

proposal-skripsi
sumber : canva.com

Sistematika Penulisan

Sistematika proposal penelitian skripsi terdiri dari tiga bagian penting yaitu bagian awal, bagian utama dan bagian akhir. 

Secara lebih rinci sistematikanya sebagai berikut

Format Kerangka Proposal Skripsi

1. Bagian Awal

Mencakup sampul depan (cover), lembar judul, lembar pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.

  • Cover terdiri dari judul, lambang universitas, nama dan NIM mahasiswa, jurusan dan fakultas, serta tahun penyusunan. Besar huruf dan logo terdapat ketentuan yang harus dipatuhi. Judul harus singkat, jelas, dan menunjukkan masalah yang diteliti, serta tidak membuka peluang multitafsir.
  • Halaman Judul, Sama dengan halaman sampul.
  • Lembar pengesahan, selain terdapat judul, nama, dan nim, juga memuat kolom persetujuan untuk dosen pembimbing I dan II, serta kolom pengesahan untuk Ketua Program Studi dan Ketua Jurusan.
  • Kata pengantar, tidak bersifat ilmiah dan memuat uraian singkat mengenai maksud penyusunan Proposal, dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang berjasa pada keberhasilan penyusunan Proposal.
  • Daftar isi, memberi informasi secara menyeluruh mengenai isi Proposal, mulai dari lembar judul hingga lampiran
  • Daftar tabel, memuat urutan tabel yang terdapat dalam naskah Proposal.
  • Daftar gambar, memuat urutan gambar (grafik, diagram, peta, dan lain-lain yang termasuk kategori gambar)
  • Daftar lampiran, memuat urutan lampiran

2. Bagian Utama

Bagian utama terdiri dari Pendahuluan, Tinjauan pustaka, dan metode penelitian.

a. Pendahuluan

  • Latar belakang permasalahan, memuat alasan-alasan penting dan perlunya meneliti masalah. Pada latar belakang permasalahan juga dijelaskan kedudukan masalah yang diteliti dalam lingkup permasalahan yang lebih luas.
  • Rumusan masalah, memuat pernyataan singkat tentang masalah yang diteliti, batasan masalah yang diteliti, yang dapat disusun dalam kalimat pertanyaan.
  • Hipotesis (bila ada), memuat pernyataan singkat sebagai jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi yang masih harus dibuktikan kebenarannya.
  • Tujuan penelitian, memuat sasaran yang akan diperoleh dalam penelitian.
  • Manfaat penelitian, memuat manfaat yang akan diperoleh dari penelitian, baik untuk pengembangan ilmu, teknologi, metodologi, atau pembangunan nasional.

b. Tinjauan pustaka

Tinjauan pustaka memuat uraian mengenai landasan teori dan landasan empiris yang mendukung pendekatan pemecahan masalah. 

Tingkat kedalaman dan keluasan aspek-aspek yang diteliti, tergantung pada ketajaman analisis permasalahan. Selain teori, hasil-hasil penelitian lain yang relevan, dapat juga disajikan dengan menyebutkan sumber referensinya.

c. Metode penelitian

Metode penelitian memuat tempat dan waktu penelitian, bahan dan alat penelitian, jenis dan variabel penelitian, cara kerja atau cara pengumpulan data, dan cara analisis data.

  • Tempat dan waktu, memuat tempat pelaksanaan penelitian, baik penelitian yang dilaksanakan di laboratorium atau di lapangan (dijelaskan wilayah administratifnya). Kalau perlu diberi deskripsi singkat mengenai lokasi penelitian beserta petanya. Waktu artinya waktu pelaksanaan penelitian.
  • Bahan dan alat, memuat uraian bahan dan alat yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian. Misalnya, bahan: kimia, hayati, atau bahan-bahan lain yang digunakan, dapat pula dijelaskan spesifikasinya. Demikian juga alat yang digunakan dapat dijelaskan tingkat kehandalan, kesahihan, dan ketelitiannya. Untuk penelitian yang menggunakan hewan, tumbuhan, dan mikroba harus disertai nama ilmiahnya.
  • Cara kerja, memuat uraian rinci mengenai urutan pelaksanaan penelitian, mulai dari persiapan hingga pengujiannya, termasuk prosedur analisis kimia, fisika, dan hayati. Untuk penelitan eksperimental dapat dikemukakan jenis rancangan percobaan, jumlah perlakuan, dan replikasinya. Variabel penelitian memuat variabel/parameter yang diamati dan diukur, termasuk variabel yang dikendalikan. Di samping jenis-jenis data penelitian (nominal, ordinal, interval dan rasio) dapat pula dijelaskan satuan pengukurannya.
  • Cara analisis data, memuat cara-cara pendekatan pengujian hipotesis (jika ada), baik melalui analisis statistik deskriptif, inferensi, atau cara analisis lainnya. 

3. Bagian Akhir

Bagian akhir memuat jadwal pelaksanaan penelitian, anggaran, daftar pustaka, dan lampiran.

  • Jadwal pelaksanaan penelitian, memuat perkiraan lamanya persiapan dan pelaksanaan penelitian dalam penyusunan skripsi.
  • Daftar pustaka, disusun secara vertikal menurut urutan abjad dan secara horizontal seperti pada contoh lampiran 4.
  • Lampiran, diberi nomor dengan angka Arab, tanpa nomor halaman

Setelah memahami tahapan, format dan sistematika kerangka, serta cara menulis proposal skripsi, mari kita langsung saja menuju contoh proposal skripsi berikut.

Disini saya coba menuliskan 2 jenis contoh yaitu contoh proposal skripsi mini dan proposal penuh, serta proposal penelitian kualitatif  dan proposal penelitian kuantitatif.

Silahkan download contoh proposal skripsi prodi akuntansi dan prodi gizi dalam bentuk pdf.

Contoh Proposal Skripsi

1. Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif (Proposal Skripsi Penuh) 

Contoh Judul : Hubungan Konsumsi Zat Gizi a dan Status b dengan c Atlet Sepakbola Kota Semarang

contoh-cover-judul-proposal-skripsi

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT segala limpahan rahmat dan hidayahNya, sehingga outline penelitian yang berjudul “Faktor-Faktor Perilaku yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Jalanan di Kota Semarang” dapat terselesaikan. 

Penulis menyadari dengan sepenuh hati bahwa tersusunnya outline proposal skripsi ini bukan hanya atas kemampuan dan usaha penulis semata, namun juga berkat bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada yang terhormat :

  1. Ketua Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Bapak Dr. bbbbb, S.K.M, M.Kes
  2. Dosen Pembimbing, Bapak aaaaa, S.K.M., M.P.H yang telah memberikan pengajaran, petunjuk dan pengarahan dalam penulis outline penelitian ini.
  3. Kedua orang tua dan juga keluarga saya tercinta yang telah memberi dorongan dan bantuan baik materiil maupun spiritual sehingga penulis dapat menyelesaikan outline penelitian ini.
  4. Seluruh Teman-teman Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat angkatan 2016 terimakasih atas dukungan dan motivasi sehingga outline penelitian ini dapat terselesaikan.

Semoga Allah SWT memberikan pahala yang berlipat atas kebaikan yang telah mereka berikan selama ini. 

Akhirnya penulis berharap semoga outline penelitian ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua.

Semarang,  Juli 2018


Penulis


Daftar Isi

RINGKASAN                           ii

PRAKATA                                   iii

DAFTAR ISI                                   v

DAFTAR TABEL                           vii

DAFTAR GAMBAR                   viii

BAB I PENDAHULUAN            1

1.1 Latar Belakang Masalah            1

1.2 Rumusan Masalah                    3

1.2.1 Rumusan Masalah Umum 3

1.2.2 Rumusan Masalah Khusus    3

1.3 Tujuan Penelitian                    4

1.3.1 Tujuan Umum                    4

1.3.2 Tujuan Khusus             4

1.4 Manfaat Penelitian                     4

1.4.1 Bagi Peneliti                     4

1.4.2 Bagi Lembaga Swadaya Masyarakat 4

1.4.3 Bagi Dinas Sosial Kota Semarang 5

1.4.4 Bagi Masyarakat              5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA      6

2.1 Landasan Teori                              6

BAB III METODE PENELITIAN 10

3.1 Kerangka Konsep                     10

3.1 Variabel Penelitian                     10

3.2.1 Variabel Bebas             10

3.2.2 Variabel Terikat             10

3.2 Hipotesis Penelitian              11

3.4 Populasi dan Sampel Penelitian 11

3.5.1 Populasi Penelitian              11

3.5.2 Sampel Penelitian              12

3.5 Instrumen Penelitian dan Teknik Pengambilan Data 12

3.6.1 Instrumen Penelitian              12

3.6.2 Teknik Pengambilan Data       13

3.6 Teknik Analisis Data               14

DAFTAR PUSTAKA                        15

Daftar Tabel

Tabel 2.1 Faktor Keberadaan Anak Jalanan di Kota Semarang 9

Daftar Gambar

Gambar 3.1  Kerangka Konsep 10

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Olahraga merupakan bentuk aktifitas fisik yang memiliki peranan penting pada kesehatan dan juga kebugaran jasmani. Aktivitas fisik yang terjadi dalam olahraga dapat mengoptimalkan kesehatan dan kebugaran jasmani melalui gerakan tubuh. Selain untuk kesehatan dan kebugaran, olahraga juga dapat menjadi sarana untuk mencapai prestasi. Secara definisi, olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana, terstruktur, dan berkesinambungan yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dengan aturan-aturan tertentu yang ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan prestasi (Kemenkes, 2015)

Prestasi dalam bidang olahraga semakin menjadi perhatian oleh seluruh masyarakat dunia, karena melalui prestasi olahraga dapat mengangkat nama suatu bangsa di tingkat internasional. Prestasi olahraga merupakan hasil upaya maksimal secara langsung untuk melihat tingkat pencapaian dan keberhasilan dalam kegiatan latihan maupun kompetisi. (Rahmaniar & Dewi, 2018) Kenyataan menunjukkan bahwa banyak terjadi penurunan prestasi olahraga di Indonesia, baik ditingkat regional ASEAN maupun Asia. Hal tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus terutama untuk kembali meningkatkan prestasi atlet Indonesia.. Salah satu cabang olahraga yang menjadi perhatian karena penurunan prestasi olahraganya adalah sepak bola.

Sepak bola merupakan olahraga beregu yang tergolong dalam olahraga endurance sehingga membutuhkan kebugaran jasmani yang optimal. Kebugaran jasmani pada atlet, khususnya atlet sepakbola memiliki peranan penting untuk menunjang pencapaian prestasi. Tanpa kebugaran jasmani yang baik, atlet tidak akan berhasil memperoleh prestasi walaupun memiliki keterampilan teknik dan taktik yang baik. (Kuswari et al, 2019) Kebugaran jasmani dapat diukur melalui kadar VO2max yang dapat dicapai. Vo2max merupakan jumlah maksimum oksigen yang dapat diambil selama melakukan olahraga (Arum, 2012) Semakin tinggi nilai V02 max maka semakin baik pula daya tahan jantung paru, sehingga atlet cabang olahraga endurance dengan daya tahan jantung paru yang baik maka prestasinya akan lebih baik (Utoro,2011 dalam Arum, 2012)

Kebugaran jasmani atlet sepakbola di Indonesia belum optimal. Menurut penelitian dari Sport Development Index (SDI) dalam Kuswari et al, 2019 Indonesia memiliki tingkat kebugaran yang cenderung rendah, data tersebut menunjukan terdapat 1,08% dalam kategori baik sekali, 4,07% kategori baik,13,55% kategori sedang ,43, 9 % masuk kategori kurang, dan 37,4% kurang sekali. Hasil penelitian lain yang dilakukan Angga dan Izwan 2017 yang termuat dalam international journal of academic research in business & social sciences terhadap kualitas kebugaran jasmani atlet di liga prefosional sepakbola indonesia yang meliputi atlet sepakbola di liga 1, liga 2, dan liga 3. Berdasarkan variabel daya tahan (Vo2max) didapatkan nilai rata-rata pada atlet liga 1 55,73 (baik), liga 2 52,80(cukup), liga 3 47,74 (kurang). Berdasarkan data tersebut meskipun nilai vo2max semakin baik seiring dengan semakin tingginya kasta liga, namun hal tersebut juga menunjukkan bahwa kebugaran jasmani atlet sepakbola indonesia belum optimal karena masih berada direntang kategori kurang hingga baik.

Kebugaran jasmani atlet yang optimal dapat ditunjang dengan asupan nutrisi yang baik dan tepat komposisi. Secara umum seorang pemain sepak bola memerlukan pemenuhan energi sesuai kebutuhan dengan kandungan karbohidrat sebesar 55-60% dari total energi, lemak 20-30% dari total kebutuhan energi, dan protein 15-20% dari total kebutuhan energi. (Heather HF et al, 2006 dalam Bunga, A & Etisa, 2012) Asupan zat gizi yang dibutuhkan atlet sebagai sumber energi utama dapat berbeda beda bergantung intensitas dan durasi olahraga yang dilakukan, misalnya zat gizi karbohidrat.

Karbohidrat merupakan zat gizi yang cocok dijadikan sebegai sumber energi utama untuk olah raga yang membutuhkan ketahanan (endurance). Banyak penelitian yang telah mempelajari pengaruh positif karbohidrat terhadap performa olahraga ketahanan, seperti penelitian mengenai efek positif karbohidrat terhadap kebugaran yang dilakukan oleh Kuswari (2019) yang termuat dalam JUARA: Jurnal Olahraga didapatkan hasil variabel asupan karbohidrat dan kebugaran mempunyai hubungan yang kuat dan berpola positif, yang berarti jika asupan karbohidrat tinggi maka tinggi juga kebugarannya. Namun hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Arum, B P. Tahun 2012 mengenai pengaruh asupan makan terhadap Vo2 max atlet sepakbola. Terdapat variabel asupan karbohidrat, yang hasilnya tidak berpengaruh terhadap daya tahan jantung paru (VO2max).

Peranan konsumsi karbohidrat untuk atlet olahraga endurance seperti sepakbola bertujuan untuk meningkatkan dan menjaga ketersediaan simpanan glikogen serta kadar glukosa dalam darah yang akan dimetabolisme tubuh menjadi energi sehingga kebugaran jasmani seorang atlet dapat terjaga. Karbohidrat yang di konsumsi  pada saat berolahraga ini  diperkirakan mampu untuk   memberikan kontribusi hingga sebesar 16-20% terhadap laju produksi energi di dalam tubuh (Irawan, 2007).

Asupan cairan dalam tubuh juga perlu diperhatikan oleh atlet sepakbola untuk menunjang performa. Seorang atlet beresiko kehilangan cairan dalam tubuh selama berolahraga, berkurangnya cairan dari dalam tubuh akibat dari keluarnya keringat juga merupakan faktor yang menjadi penyebab menurunnya performa olahraga (Dieny & Putriana, 2015) kehilangan cairan tubuh dalam jumlah banyak dapat menyebabkan resiko dehidrasi.  Penelitian Kavaouras (2013)  menunjukkan prevalensi dehidrasi sebesar 87,5% pada atlet sepak bola remaja selama latihan sepak bola dengan berat jenis urin >1.020 gr/dl. Berdasarkan osmolalitas urin dan berat jenis urin, ditemukan bahwa atlet sepak bola mengalami hipohidrasi sebelum dan setelah latihan. Keadaan atlet baik terhidrasi maupun dehidrasi disebut status hidrasi. 

PPLP Jatidiri Semarang merupakan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar di Jawa Tengah. PPLP Jatidiri merupakan pusat sebagai wadah untuk pembibitan atlet berprestasi di Jawa Tengah. Terdapat cabang olahraga sepakbola didalamnya yang terus mengembangkan diri untuk mencapai prestasi. PPLP jatidiri berisi atlet muda pelajar berusia 14-18 tahun. PPLP jatidiri Semarang menerapkan sistem asrama, terdapat manajemen didalamnya yang seharusnya sudah mampu untuk menunjang performa atlet baik asupan nutrisi, status hidrasi dan juga kebugaran jasmani atlet. 

Data dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Arum, B G. Menunjukan masi terdapat atlet sepakbola yang mengalami defisiensi asupan karbohidrat tingkat ringan (10,5%), tingkat sedang (21,1%), dan tingkat berat (68,4%).  Penelitian Dewi dan Nuryanto menunjukkan rata-rata konsumsi cairan pada atlet sepakbola di PPLP semarang dalam sehari rata-rata mengonsumsi 3717 ml cairan, dan 800 ml 4 jam sebelum latihan.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai gambaran hubungan konsumsi karbohidrat dan status gizi terhadap vo2max atlet sepak bola PPLP Jatidiri Semarang sehingga judul dari proposal penelitian ini adalah “Hubungan Konsumsi Karbohidrat dan Status Gizi dengan vo2max Atlet Sepak Bola PPLP Jatidiri Semarang”

1.2. Rumusan Masalah

1.2.1. Rumusan Masalah Umum

Berdasarkan uraian latar belakang diatas rumusan masalah umum yang dapat diangkat adalah bagaimana hubungan konsumsi karbohidrat dan status hidrasi terhadap vo2max atlet sepak bola PPLP Jatidiri Kota Semarang? 

1.2.2. Rumusan Masalah Khusus

Adapun rumusan masalah khusus yang dapat diangkat diantaranya

a. Bagaimana Konsumsi Karbohidrat atlet sepak bola PPLP jatidiri Kota Semarang?

b. Bagaimana status hidrasi atlet sepak bola PPLP jatidiri Kota Semarang?

c. Bagaimana hubungan konsumsi karbohidrat terhadap VO2max atlet PPLP Jatidiri Kota Semarang?

d. Bagaimana hubungan status hidrasi terhadap VO2max atlet PPLP Jatidiri Kota Semarang?

1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan umum

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan konsumsi karbohidrat dan status hidrasi terhadap VO2max atlet sepak bola PPLP Jatidiri Kota Semarang

1.3.2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus penelitian ini adalah 

a. Menganalisis Konsumsi Karbohidrat atlet sepak bola PPLP jatidiri Kota Semarang

b. Menganalisis status hidrasi atlet sepak bola PPLP jatidiri Kota Semarang

c. Menganalisis hubungan konsumsi karbohidrat terhadap VO2max atlet PPLP Jatidiri Kota Semarang

d. Menganalisis hubungan status hidrasi terhadap VO2max atlet PPLP Jatidiri Kota Semarang

1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1. Bagi Peneliti

Adanya penelitian ini diharapkan mampu untuk menganalisis hubungan konsumsi karbohidrat dan status hidrasi terhadap VO2max atlet sepakbola

1.4.2. Bagi BBPLOP Jawa Tengah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi literatur tambahan sehingga dapat menjadi sumbangan dalam strategi pengembagan pembinaan atlet sepak bola PPLP Jatidiri Kota Semarang

1.4.3. Bagi atlet

Diharapkan penelitian dapat dijadikan masukan ilmu baru sehingga dapat dijadikan pedoman tambahan untuk menunjang pencapaian prestasi.

1.6. Ruang Lingkup Penelitian

1.6.1. Ruang Lingkup Tempat

Penelitian ini akan dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Jatidiri Kota Semarang

1.6.2. Ruang Lingkup Waktu

Penelitian ini akan dilaksana pada bula ..... hingga .... 2020

1.6.3. Ruang Lingkup Materi

Penelitian ini termasuk dalam ruang lingkup ilmu gizi bidang olahraga mengenai asupan karbohidrat dan status hidrasi terhadap vo2maks

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. LANDASAN/ KAJIAN TEORI

2.1.1. Tinjauan Tentang Kebugaran Jasmani

2.1.1.1. Pengertian Kebugaran jasmani

Kebugaran jasmani merupakan modal utama bagi semua kehidupan manusia. Atlet membutuhkan tingkat Kebugaran jasmani yang baik untuk dapat membantu tercapainya prestasi olahraga yang tinggi. Kebugaran merupakan kemampuan tubuh untuk melaksanakan suatu kegiatan dengan menggunakan kekuatan, daya kreasi, dan daya tahan dengan efisien dalam waktu yang relatif lama tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti (Kuswari, M., Setiawan, B., Rimbawan, 2015).

2.2. KERANGKA TEORI

contoh-kerangka-teori-proposal-skripsi

DAFTAR PUSTAKA

Bunga, A, P., Adi, E., M.. (2012). Pengaruh Asupan Makan (Energi, Karbohidrat, Protein dan Lemak) terhadap Daya Tahan Jantung Paru (Vo2 Maks) Atlet Sepak Bola. Semarang. Journal of Online Nutrition di : College. 1, 199–208.

Dieny, F. F., & Putriana, D. (2015). Status hidrasi sebelum dan sesudah latihan atlet sepak bola remaja. 3(2), 86–93.

Issn, E. (2019). JUARA : Jurnal Olahraga.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Infodatin_Olahraga.Pdf.

Olahraga, P., Irawan, M. A., & Irawan, M. A. (n.d.). Nutrisi, energi & performa olahraga.

Pertiwi, A. B. (2012). Pengaruh Asupan Makan ( Energi , Karbohidrat , Jantung Paru ( Vo 2 Maks ) Atlet Sepak Bola. Pengaruh Asupan Energi, Protein, Lemak Dan Karbohidrat Terhadap Daya Tahan Otot Jantung Paru Pada Atlet Sepakbola.

Rahmaniar, A., & Dewi, R. C. (2018). Tingkat Konsumsi Karbohidrat , Status Hidrasi dan Tingkat Kelincahan pada Atlet Basket Remaja Carbohydrate Consumption Level , Hydration Status and Agility Level of Puberty Basketball Athletes. 197–204. https://doi.org/10.20473/amnt.v2.i2.2018.197-204

Studi, P., Gizi, I., Kedokteran, F., & Diponegoro, U. (2012). Journal of Online Nutrition di : College. 1, 199–208.

2. Contoh Proposal Penelitian Kualitatif (Contoh Proposal Skripsi Mini)

Contoh proposal skripsi akuntasi : PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN, UMUR PERUSAHAAN, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA EKONOMI YANG DIMODERASI OLEH PROFITABILITAS

Latar Belakang

Meningkatnya kebutuhan hidup menuntut manusia untuk terus melakukan kegiatan konsumsi. Perusahaan berperan penting sebagai pihak pemenuh kebutuhan. Oleh karena itu, perusahaan tentu mengambil kesempatan tersebut untuk memperoleh keuntungan maksimal. Keuntungan yang tinggi menunjukkan profitabilitas dan kinerja ekonomi yang baik. Namun, untuk mencapai hal tersebut, terkadang perusahaan mengabaikan dampak lingkungan yang timbul akibat kegiatan operasinya. Dampak lingkungan yang ditimbulkan dapat dikelompokkan dalam dua bentuk, yaitu pencemaran lingkungan dan perusakan lingkungan. Pencemaran lingkungan menurut Pasal 1 butir 12 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 didefinisikan sebagai “masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan, sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Sedangkan, perusakan lingkungan menurut Pasal 1 butir 14 didefinisikan sebagai  “tindakan yang menimbulkan perubahan langsung terhadap sifat fisik dan/ atau hayati yang mengakibatkan lingkungan hidup tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. 

Kinerja ekonomi perusahaan juga dipengaruhi oleh pengalaman perusahaan selama beroperasi. Perusahaan yang telah lama berdiri cenderung memiliki pengalaman yang lebih banyak dibanding dengan perusahaan baru. Perusahaan telah memahami kondisi di lapangan sehingga mengetahui strategi yang ampuh untuk meningkatkan kinerjanya.

Untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan, dibutuhkan sumber daya yang cukup. Perusahaan besar biasanya memiliki sumber daya yang besar pula, sehingga untuk meningkatkan kinerjanya berkemungkinan kecil mengalami kendala dari aspek tersebut.

Fenomena Gap

Beberapa isu permasalahan lingkungan yang pernah terjadi di Indonesia adalah kasus pencemaran laut oleh perusahaan pengolah minyak kelapa sawit yaitu PT. Nagamas Palmoil Lestari. Kasus terjadi sebanyak 4 kali dalam kurun waktu tahun 2013-2017. Fakta lain menyebutkan bahwa terjadi kerusakan hutan. Kerusakan biasanya disebabkan oleh illegal logging (pembalakan liar) dan perambahan hutan yang bertujuan untuk pembukaan lahan perkebunan, dan dilakukan dengan  melakukan pembakaran. Beberapa perusahaan yang pernah terjerat hukum akibat kasus kebakaran hutan dan lahan dalam kurun waktu tahun 2012-2015 yaitu PT. Kallista Alam, PT. Surya Panen Subur, PT Jatim Jaya Perkasa, PT. Bumi Mekar, PT National Sago. Kasus yang terjadi di lapangan menunjukkan tanggungjawab perusahaan dalam mengatasi dampak operasionalnya terhadap lingkungan masih kurang, dengan kata lain, kinerja lingkungan perusahaan masih rendah. Padahal dalam jangka pendek maupun jangka panjang, hal tersebut turut berpengaruh terhadap kinerja ekonomi perusahaan. Jika perusahaan melaksanakan tanggung jawab sosialnya dengan baik terhadap lingkungan, maka masyarakat akan turut bersimpati, dan perusahan akan memperoleh legitimasi. Dengan melihat kinerja lingkungan perusahaan yang baik, maka akan lebih banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya ke perusahaan sehingga meningkatkan kinerja ekonomi perusahaan  (Nofiyana, 2011). Iriyanto dan Paskah (2014) menyatakan, kinerja lingkungan adalah salah satu faktor penentu untuk meningkatkan kinerja ekonomi.

Research Gap

Tingginya kasus kerusakan lingkungan akibat aktivitas perusahaan melatarbelakangi para akademisi untuk melakukan penelitian terkait peran dan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan, serta hubungannya dengan kinerja ekonomi perusahaan. Menurut Ni Kadek Nyupina Dewi dan I Wayan Pradnyantha Wirasedana (2017), kinerja lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja ekonomi. Namun, hasil penelitian tersebut bertentangan dengan hasil penelitian Rutinias Haholongan (2016), Felecia Novita Iriyanto dan Paskah Ika Nugroho (2014), dan Prasetyo Suwarno dan Suwandi (2018) yang menunjukkan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kinerja ekonomi. Hasil ini dikembangkan oleh penelitian Kartika Hendra Titisari dan Khara Alviana (2012) yang menunjukkan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap kinerja ekonomi pada tahun berjalan, namun kinerja lingkungan berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja ekonomi tahun berikutnya.

Pentingnya Penelitian Dilakukan

Penelitian penting dilakukan untuk menganalisis pengaruh kinerja lingkungan terhadap kinerja ekonomi. Dengan begitu, perusahaan dapat mengambil langkah untuk meningkatkan  kinerja lingkungannya sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja ekonominya 

Metode

Desain Penelitian :

Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian hypothesis study untuk menguji pengaruh antar variabel yang dihipotesiskan dalam penelitian. Penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang terunggah di Bursa Efek Indonesia.

Populasi dan Sampel Penelitian :

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan mengikuti PROPER pada tahun 2015-2018. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik sampling non random berjenis purposive sampling, artinya sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Kriteria tersebut yaitu :

1. Perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan mengikuti PROPER tahun 2015-2018.

2. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan tahunan berturut-turut pada tahun 2015-2018.

3. Laporan keuangan perusahaan memiliki kelengkapan data yang dibutuhkan dalam penelitian.

Variabel Penelitian :

- Variabel Dependen 

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja ekonomi. Almilia dan Wijayanto (2007) menyatakan bahwa kinerja ekonomi adalah kinerja perusahaan-perusahaan secara relatif berubah dari tahun ke tahun dalam suatu industri yang sama yang ditandai dengan return tahunan perusahaan. Kinerja Ekonomi dalam penelitian ini menggunakan skala hitung : 

- Variabel Independen

Kinerja Lingkungan 

Kinerja lingkungan adalah kinerja perusahaan untuk ikut andil dalam melestarikan lingkungan. Kinerja lingkungan dibuat dalam bentuk peringkat oleh suatu lembaga yang berkaitan dengan lingkungan hidup (Wibisono, 2013) dalam Rutinaias Haholongan (2016). Kinerja lingkungan dalam penelitian ini diukur dengan perolehan peringkat perusahaan pada PROPER. PROPER merupakan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Sistem peringkat kinerja PROPER mencakup pemeringkatan perusahaan dalam lima warna yang akan diberi skor secara berturut-turut dengan nilai tertinggi 5 untuk warna emas, 4 untuk warna hijau, 3 untuk warna biru, 2 untuk warna merah, dan nilai terendah 1 untuk warna hitam.

Umur perusahaan

Umur perusahaan menunjukkan seberapa lama perusahaan mampu bertahan di bursa. Semakin lama perusahaan dapat bertahan, maka kemungkinan perusahaan untuk mengembalikan investasi akan semakin besar karena sudah berpengalaman (Kartika:2009). Umur perusahaan diukur melalui tahun perusahaan saat disurvei dikurangi tahun pendirian perusahaan.

Ukuran perusahaan

Ukuran perusahaan menunjukkan besar kecilnya perusahan. Dalam penelitian ini, ukuran perusahaan diukur dengan mengambil logaritma natural dari total aset.

- Variabel moderating

Variabel moderating dalam penelitian ini adalah profitabilitas. Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama suatu periode tertentu (Riyanto:2011). Dalam penelitian ini, profitabilitas diukur dengan Return On Asset (ROA). ROA dihitung dengan rumus : 

Teknik Pengambilan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik dokumentasi yaitu dengan cara mengumpulkan data laporan keuangan tahunan dan laporan penilaian PROPER atas perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015-2018.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif, karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis Statistik Inferensial terdiri dari uji asumsi klasik, moderating regression analysis, pengujian hipotesis, dan uji koefisien determinasi Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas, Pengujian hipotesis dilakukan secara parsial maupun moderating dengan model penelitian :

ECP = α + β1ENP + β2AGE + β3SIZE + β4 |ENP-  PROF| + β5 |AGE-PROF| + β6  |SIZE-PROF| + e

Keterangan:

ECP = Kinerja Ekonomi

α = Konstanta

β1-β5 = Koefisien Regresi

e = Standard error

ENP = Nilai standardized dari kinerja lingkungan

AGE = Nilai standardized dari umur perusahaan

SIZE = Nilai standardized dari ukuran perusahaan

PROF = Nilai standardized dari profitabilitas

|SIZE-PROF| = Nilai absolut dari zscore SIZE – zscore PROF

|AGE-PROF| = Nilai absolut dari zscore AGE – zscore PROF

|ENP-PROF| = Nilai absolut dari zscore ENP – zscore PROF

Penelitian ini menggunakan uji statistik SPSS (Statistikal Package fo Social Science) versi IBM 24. 


Sobat Kuliahind, Demikian contoh proposal skripsi yang bisa saya tuliskan, semoga dapat memberikan gambaran refernsi untuk Kita semua. Sehingga proses pembuatan proposal skripsi dapat berjalan sesuai dengan keinginan.

Fadlil F
Fadlil F Fadlil adalah mahasiswa Gizi di Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang memiliki ketertarikan pada menulis, gizi, olahraga, dan perkuliahan.

Post a Comment for "Contoh Proposal Skripsi, Prosedur, dan Sistematika Penulisan"