Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Essay Beasiswa LPDP, Tips Menulis, dan Strukturnya

contoh-essay-beasiswa-lpdp

Saat ini pendaftaran beasiswa LPDP tahap 2 sudah kembali dibuka. Untuk itu saatnya mulai mempersiapkan segala keperluan khususnya untuk berkas persyaratan pendaftaran yang harus dilengkapi.

Selain memperhatikan timeline jadwal pendaftaran, kualitas dari berkas pesyaratan juga harus dipikirkan dengan matang. Misalnya dalam membuat essay beasiswa LPDP harus menarik dan dibuat sebagus mungkin.

Seperti pada postingan contoh essay beasiswa unggulan, membuat essay beasiswa LPDP juga tidak boleh asal-asalan. Dengan begitu, diharapkan kesempatan untuk lolos seleksi LPDP di tahun 2021 ini semakin besar.

Untuk itulah di dalam artikel ini terdapat contoh essay beasiswa LPDP yang mungkin bisa memberikan gambaran dan inspirasi untuk menulis essay nantinya.

Sebelum bahasan utama kita mengenai essay, terlebih dahulu simak tips menulis essay beasiswa berikut.

Tips Menulis Essay beasiswa LPDP

  1. Menjadi diri sendiri, tunjukan karakter dirimu sendiri
  2. Tulislah sesuai dengan EYD, essay cenderung menggunakan gaya bahasa sendiri namun tetap sesuaikan dengan ejaan yang benar ya.
  3. Menulis jauh dari hari penutupan, mulailah membuat essay sedini mungkin supaya lebih tenang dan memiliki waktu untuk mengedit kembali.
  4. Minta orang lain untuk membaca tulisanmu dan mintalah koreksi serta saran dari mereka selaku pembaca essaimu.

Selain tips, Kamu juga harus memperhatikan struktur serta syarat dan ketentuan essay. 

Struktur Essay

  • Mendeskripsikan diri kita
  • Deskripsikan kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan untuk masyarakat/lembaga/ profesi dan komunitas
  • Deskripsikan mimpi tentang Indonesia di masa depan
  • Deskripsikan peran apa yang akan dilakukan
  • Menjelaskan cara mewujudkan mimpi tersebut.

Essay LPDP Biasanya terdiri dari 2 jenis yaitu Kontribusiku bagi Indonesia, dan Essay Sukses Terbesar dalam Hidupku. 

Ohiya sedikit informasi, sebenarnya salah satu persyaratan beasiswa lpdp di tahun 2021 ini tidak menuliskan essay dengan kedua tema tersebut, Namun diganti dengan menuliskan komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi di Indonesia pasca studi (1500-2000 kata). 

Tetapi secara struktur penulisan yang yang disarankan oleh pihak LPDP hampir sama dengan Essay sebelumnya, yaitu dimulai dari mendeskripsikan diri hingga cara mewujudkan mimpi. 

Singkatnya perbedaan ketentuan essay beasiswa LPDP tahun 2021 dengan tahun-tahun sebelumnya adalah bergantinya tema dari kontribusiku untuk indonesia dan pencapaian terbesar dalam hidupku menjadi komitmen kembali ke indonesia dan rencana kontribusi di indonesia pasca studi.

Untuk melihat ketentuan dan persyaratan bisa dengan mendownload ebook panduan beasiswa lpdp disini

Karena memiliki struktur penulisan yang sama, maka saya tetap membuat artikel mengenai contoh essay beasiswa LPDP berikut ini sebagai sumber referensi. 

Baca Juga : Jadwal Pendaftaran dan Jenis Beasiswa LPDP 2021

Berikut Contoh Essay Beasiswa LPDP

Contoh Essay 1

Kontribusiku Bagi Indonesia

"Mengajar menciptakan semua profesi"

Cinta kepada bumi pertiwi dimana saya dilahirkan selalu terpatri pada hati saya. Selayaknya ketika menerima kasih cinta dari seorang Ibu, yang tulus, tanpa perhitungan dan selalu membekas dalam benak diri saya.

Tidak peduli bagaimana perkembangan modernisasi yang terjadi pada daerah lain, atau bahkan daerah yang saya tinggali sekarang guna menimba ilmu di sebuah perguruan tinggi. 

Tidak akan mampu mengobati kerinduan atau menggantikan cintaku terhadap tanah kelahiran. Rasa rindu ini tidak dapat dipungkiri terus muncul setiap harinya. Apalagi mengingat keadaanku yang sekarang.

Sebagai pemuda yang dilahirkan di sebuah desa terpencil di kabupaten X, memaksaku harus berpisah untuk merantau dan menahan rindu demi menuntut ilmu untuk mewujudkan cita-cita serta sebuah perubahan yang diimpikan.

Iya, tidak hanya perubahan untuk diriku sendiri tetapi juga untuk masyarakat desaku.

Saya terlahir disebuah desa bernama desa A, memiliki letak geografi dekat pesisir dan jauh dari perkotaan. Sebuah desa dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Potensi ini dapat dilihat dari adanya beberapa perusahaan baik lokal maupun perusahaan asing yang memilih mendirikan pabriknya di desaku.

Namun, terdapat sebuah ironi ketika saya melihat fenomena ini secara lebih detail. Kehadiran perusahaan di desa tidak mampu meningkatkan atau bahkan menjamin kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri.

Apabila dilihat lebih dalam, terdapat beberapa faktor penyebab sehingga kehadiran perusahaan tersebut tidak membantu perekonomian masyarakat desa. faktor-faktor tersebut diawali dari masalah kurangnya pendidikan di masyarakat. 

Masih banyak masyarakat dengan status pendidikan lulusan SD atau SMP. Sehingga faktor tersebut akan bermuara pada kurangnya kualitas sumber daya manusia, hal ini diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya sebuah pendidikan. 

Dengan keadaan demikian, sudah pasti perusahaan akan lebih memilih mendatangkan tenaga kerja yang lebih berkompeten dari daerah lain, sehingga kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri tidak terbantu secara signifikan.

Padahal apabila melihat potensi dari kabupaten X sangat kaya dengan sumber daya alamnya. Namun potensi ini tidak akan maksimal apabila tidak diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Melihat permasalahan yang demikian ini, semakin memantapkan hati saya untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu supaya pada saat diri saya kembali ke desa, bisa memberikan sebuah perubahan.

Semua yang saya sampaikan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, Tetapi saya yakin justru dengan melalui sebuah proses yang sulit maka diri saya semakin ditempa dan mampu menjadi pribadi yang unggul, pantang menyerah, serta yakin terhadap cita-cita yang ingin dicapai.

Sedikit dari proses tersebut sudah sempat saya lalui sewaktu menjalani studi sebagai mahasiswa S1. Pada awalnya dapat dikatakan saya masih membawa pola pikir dan kebiasaan di kampung saat berada di kota, hal ini membuatku lumayan sulit untuk beradaptasi. 

Bagaimana tidak, sewaktu dikampung dulu, saya terbiasa bergaul dengan orang-orang yang kebanyakan dari mereka tujuan hidupnya hanya kerja di perusahaan dekat desa dan menikah di usia muda, jadi wajar saja jika kebanyakan dari mereka tak ingin melanjutkan pendidikannya. Pemikiran ini juga sempat saya alami.

Sebagai sesama orang desa saya bisa memahami seperti apa pola pikir mereka. Salah satu pola pikirnya "jika bisa kerja di perusahaan, lalu buat apa berkuliah". Pemikiran ini sempat meracuni saya, dan mengurangi semangat namun beruntungnya keinginan saya untuk berubah jauh lebih kuat.

Faktanya, kebanyakan masyarakat di desaku mendambakan sebuah pekerjaan di perusahaan yang ada di sana. Meskipun banyak sekali yang hanya diperkerjakan sebagai room boy, office boy, driver dan cleaning service tanpa jenjang karir yang jelas. Hal ini diperparah dengan hanya diberikan kontrak dua tahun. 

Masalah lain muncul setelah kontrak itu habis. Masyarakat yang pada awalnya merasa cukup, harus kembali dipaksa untuk mencari kerja dan memulainya dari nol. Di sinilah masalahnya, karena memang kualitas SDM yang masih kurang sehingga banyak dari mereka ditolak masuk dan pada akhirnya memilih untuk menganggur. Siklus seperti ini terus berulang.

Saya yakin semua pola kehidupan ini haruslah diperbaiki, dan perubahan itu bisa dimulai dari diri saya. Jadi saya harus mengambil langkah berbeda. Itulah motivasiku untuk terus berkuliah. 

Disisi lain saya ingin merubah pola pikir masyarakat di desaku, bahwa pendidikan merupakan cara terbaik untuk merubah keadaan. Oleh karena itu, demi membuktikan itu semua, saya sangat berjuang keras dan belajar bersungguh-sungguh hingga pada tahun 2014 kemarin alhamdulliah saya berhasil menyelesaikan kuliah S1 dalam jangka waktu tiga tahun setengah dan mendapatkan penghargaan sebagai The Best Graduate lulusan terbaik di kampusku.

Sebelum itu, tahun 2010 dengan bantuan beasiswa PEMDA X akhirnya saya bisa berkuliah dan semasa kuliah selain belajar di kampus, saya juga belajar di beberapa organisasi berbasis suka relawan (Volunteer) Lokal Indonesia, mysekolah Indonesia, HJKMTP untuk menambah pengalaman dan wawasan.

Sebagian besar kegiatan tersebut membantu menjadikan saya sebagai seorang pengajar yang memang sudah menjadi keinginan sejak kecil. Sebuah kalimat yang selalu saya ingat dari orang tua saya, bahwa menjadi seorang pengajar adalah profesi yang mulia, dan banyak profesi besar yang lahir melalui peran seorang pengajar, serta bisa membantu melahirkan generasi bangsa yang berkualitas.

Kalimat tersebut menjadi motivasi saya untuk semakin yakin bisa berkontribusi terhadap bangsa Indonesia melalui dunia pendidikan. Dalam hal ini bisa saya awali dengan melakukan perubahan di desa saya.

Sebagai langkah awal untuk mewujudkan hal tersebut, setelah dua tahun lamanya saya menjadi relawan di luar kampus, hingga akhirnya pada tahun 2013 saya mendirikan sebuah organisasi berbasis relawan di kampusku yang saya berikan nama ABCD. 

Sebuah organisasi untuk mewadahi mahasiswa yang memiliki keinginan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pendidikan di Indonesia. Tujuan tersebut ini diaktualisasikan melalui program-program kegiatannya yang menyasar daerah desa yang masih tertinggal dari segi pendidikan dan membutuhkan kualitas SDM.

Organisasi ini masih konsisten dan terus berjalan meskipun dengan pemimpin yang sudah berganti. Untuk mewujudkan keinginan saya untuk berkontribusi terhadap bangsa Indonesia, maka saya kembali ke daerah saya dan mendirikan organisasi yang bernama EFGH, yang pada dasarnya memiliki kesamaan dengan organisasi bentukan saya di kampus.

Tujuannya berfokus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan, yang kemudian diharapkan melalui lembaga tersebut akan tercipta sebuah perubahan. Guna menunjang kompetensi saya, maka saya memutuskan untuk kembali menimba ilmu lebih banyak dan akan melakukan kontribusi yang lebih besar terhadap dunia pendidikan Indonesia setelah studi S2 telah saya selesaikan.

Penulis Essay


Fadlil F

essay-beasiswa-lpdp

Contoh Essay 2

Pencapaian Terbesar dalam Hidupku

"Mimpi sederhana, Sebagai Motivasi Mencapai Kesuksesan"

"Hasil tidak akan menghianati sebuah usaha dan perjuangan". 

Sebuah kalimat yang selama ini menjadi motivasi saya, yang terlahir dari keluarga tidak mampu untuk bisa merubah nasib dan menjadi seseorang yang mampu meraih kesuksesan di masa depan. Kalimat tersebut benar-benar menjadi prinsip hidup saya selama ini.

Saya lahir dan dibesarkan oleh kedua orang tua yang sangat luar biasa, meskipun termasuk keluarga yang tidak mampu tapi senantiasa memiliki mimpi tinggi dan daya juang yang sangat kuat. Bapak saya hanya mengenyam bangku pendidikan tidak sampai lulus SD dan sekarang memiliki mata pencaharian sebagai petani tembakau. Sedangkan ibu saya adalah seorang buruh dan ikut membantu menanam ketika musim tembakau. 

Semangat dalam menjalani kehidupan dari mereka, menjadi inspirasi saya untuk sukses hingga pada akhirnya bisa meraih pencapaian terbesarku. Inspirasi ini pernah saya coba tuliskan di blog pribadi saya, dan tidak disangka tulisan tersebut sempat dimuat pada berbagai majalah.

Saya memiliki sedikit kisah kehidupan yang senantiasa saya ingat, untuk membantu saya bangkit kembali ketika semangat saya turun. 

Kisah ini terjadi ketika saya masih bersekolah di MTsN (setingkat SMP). Setiap berangkat sekolah saya selalu menumpang mobil sayur milik warga yang keluar desa setiap jam setengah 6 pagi. Keadaan ini harus saya jalani karena memang menjadi solusi paling baik. Saya tidak pernah memiliki uang saku yang cukup untuk sekedar menaiki angkutan desa ke sekolah.

Pada kondisi seperti inilah membuat saya sering menahan air mata. Selain itu, Ketika berada diatas mobil, saya selalu melihat Ibu saya yang sedang berjalan menjemput rezeki dengan menggendong karung berisikan singkong yang beratnya mencapai 50 kg. Saya tahu Ibu saya selalu menyembunyikan rasa lelahnya demi masa depan saya yang lebih baik. Sering saya meneteskan air mata karena kejadian itu, hingga saya berjanji di dalam hati untuk selalu membuat Ibuku tersenyum dan bahagia.

Mewujudkan impian bukanlah hal yang mudah bagi saya, ditambah dengan lingkungan yang juga kurang mendukung seseorang yang memiliki impian seperti keluarga saya. Saya lahir di masyarakat pegunungan dengan kesadaran yang sangat kurang terhadap pentingnya pendidikan. Hal ini diperparah dengan adanya sebuah kejadian di mana salah satu pemuda yang berkesempatan bersekolah di SMK yang ada di kota, bukannya menjadi semakin baik namun malah sebaliknya.

Namun Orang tua saya berbeda, hal tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk menyekolahkan anak setinggi-tingginya. Seringkali saya sering melihat ibuku menangis mendengar omongan tetangga yang meremehkan perjuangan ibu dan ayah saya. "Apa gunanya sekolah, paling ya nanti ujung-ujungnya sama saja harus mencangkul sawah dan menjadi buruh". Sungguh perasaan campur aduk ketika melihat ibukku menagis karena hal tersebut. Saya ingin marah tapi belum bisa membuktikan kepada mereka, disisi lain saya terharu melihat bagaimana ikhlasnya perjuangan orang tua saya. 

Kembali, saya berjanji kepada hati saya untuk membuktikan bahwa perjuangan kedua orang tuaku tidak akan sia-sia. Janji ini selalu saya iringi dengan doa dan usaha semaksimal mungkin. 

Harapan saya mulai sedikit demi sedikit terwujud ketika pada saat itu saya diterima sekolah SMA negeri di kota dengan beasiswa prestasi. Disinilah mimpi saya yang lebih tinggi yaitu ingin berkuliah di luar negeri mulai muncul. Akan tetapi Tuhan belum memberi kesempatan itu, Namun tetap bersyukur karena bisa di terima perguruan tinggi favorit di Semarang.

Akan tetapi, Kebahagian tersebut harus kembali saya tunda. Orang tua saya tidak memiliki biaya untuk membiayai kuliah saya, Sehingga saya harus melepaskannya. Meskipun berat, hal tersebut tidak mengurangi semangat saya, sehingga memutuskan untuk bekerja dan menabung biaya kuliah tahun depan. Hingga di tahun berikutnya saya diterima perguruan tinggi negeri islam di yogyakarta.

Dalam perjalanan kuliah saya menjalaninya dengan semangat, dan tidak menyangka berhasil lulus dalam waktu tiga tahun empat bulan, dengan menjadi lulusan terbaik dan tercepat di Fakultas Sains dan Teknologi periode 2013. 

Saat wisuda dengan predikat tersebut, orang tua saya diberikan kesempatan untuk duduk di kursi kehormatan yang berada paling depan, sehingga ibu dan bapak saya bisa melihat anaknya secara jelas. Ketika itu saya dipanggil maju untuk diberi penghargaan, dan orang tua saya diminta untuk berdiri oleh MC. 

Saya melihat bagaimana senyum mereka dipenuhi kebahagiaan dan rasa bangga, juga diiringi dengan linangan air mata kebahagiaan. Subhanallah, saya merasakan sebuah perasaan yang sangat hebat menggetarkan hati saya, hingga saya ikut meneteskan air mata melihat kedua orang tua saya.

Kebahagiaan tidak berhenti, dua minggu setelahnya saya mendapatkan email yang menyatakan saya diterima di Chonnam National University dengan beasiswa penuh (research scholarship), betapa bahagianya saat itu kami sekeluarga.

Bahagia rasanya ketika bisa membuat kedua orang tuaku tersenyum bangga, mendaftarkan haji, membantu perekonomian keluarga dan membiayai sekolah adik saya. Hingga terjadi perubahan sedikit demi sedikit pada pandangan masyarakat desaku terhadap pentingnya pendidikan. 

Sekarang mulai banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya hingga lulus SMA, bahkan kuliah. Beberapa orang juga sering menanyakan bagaimana bisa menguliahkan anak hingga sukses kepada ibu dan bapak saya.

Ternyata kebaikan akan lebih mudah tersampaikan dengan teladan dibandingkan dengan lisan. Kini saya bisa melihat kedua orang tua saya tersenyum, masyarakat mulai membuka mata terhadap pendidikan dan saya mampu mencapai impian saya. 

Inilah sebuah pencapaian terbesar dalam hidupku yang akan selalu saya ingat dan ceritakan kepada generasi penerus bangsaku, Indonesia.

Fadlil F

Hal yang perlu diperhatikan saat menulis

Setelah saya mencari berbagai referensi essay beasiswa LPDP, dapat saya simpulkan bahwa menulislah sesuai dengan keadaan diri sendiri, harus menjadi diri kita sendiri dengan gaya bahasa kita. 

Tidak perlu meniru orang lain karena esensinya adalah meyampaikan mengenai diri kita. baik kontribusi, mimpi, hingga cara masing-masing untuk mencapai mimpi tersebut.

Jadi tidak perlu copy paste, karena hal tersebut tidak akan menggambarkan dirimu yang sesungguhnya.

Sobat Kuliahind, Demikian contoh essay untuk beasiswa LPDP yang bisa saya tuliskan, semoga bisa memberikan gambaran Kamu dalam menulis Essay.

Ohiya Essay ini bukanlah tulisan yang saya daftarkan, ini merupakan tulisan yang merujuk atau terinspirasi dari awardee beasiswa LPDP yang coba saya tulis menggunakan bahasa saya sendiri.

Semangattt...

Fadlil F
Fadlil F Fadlil adalah mahasiswa Gizi di Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang memiliki ketertarikan pada menulis, gizi, olahraga, dan perkuliahan.

Post a Comment for "Contoh Essay Beasiswa LPDP, Tips Menulis, dan Strukturnya"