Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Wawancara Beasiswa Unggulan dan Pertanyaannya

wawancara-beasiswa-unggulan
sumber: canva.com

Setelah sebelumnya berbagi tips dan contoh yang berkaitan dengan persyaratan beasiswa, melalui artikel ini Saya ingin berbagi pengalaman dan juga tips lolos wawancara beasiswa unggulan.

Tahapan wawancara adalah penentu apakah Kamu akan dinyatakan lolos atau tidak sebagai penerima. Jadi, persiapan untuk menghadapi wawancara beasiswa unggulan harus dilakukan dengan sebaik mungkin.

Seleksi wawancara dilakukan pada tahap 2 setelah tahap seleksi pemberkasan. Biasanya dilakukan secara tatap muka/ offline, namun sejak tahun 2020 dilakukan secara daring/ online karena pandemi.

Apabila mengacu pada pendaftaran tahun 2020 di web kemdikbud, masih terdapat 2000 pendaftar yang dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi wawancara. 

Artinya, pada tahapan ini tingkat persaingan masih tinggi dan sudah pasti seleksi akan semakin ketat.

Oke, langsung saja kita bahas bagaimana caranya menghadapi tahapan wawancara beasiswa unggulan yang merupakan tahapan paling kritis dalam seleksi. Markibassss.

Baca Juga :

Kunci Lolos Tes Wawancara Beasiswa Unggulan

1. Pelajari Ketentuan (Guideline)

Setiap wawancara beasiswa memiliki ketentuan yang berbeda-beda, untuk itu pelajari keseluruhan aturan yang diberikan oleh pihak kemdikbud.

Misalnya terkait dengan penjadwalan, ketentuan pakaian (dresscode) yang akan dipakai, perlengkapan dan berkas dokumen yang harus ditunjukkan nanti, dan sebagainya. 

Guidline biasanya disampaikan melalui email seminggu sebelum pelaksanaan.

Guideline inilah yang akan menjadi awal dari seluruh perencanaan persiapanmu. Apabila dilakukan secara tatap muka, Kamu bisa merencanakan kapan kamu akan ke lokasi, bagaimana saya bisa sampai ke lokasi, dan sebagainya. 

Jika online tentu kamu harus mempersiapkan bagaimana internet saya bisa stabil selama wawancara berlangsung, apakah perlu saya mengganti provider kartu seluler saya, dan sebagainya.

Singkatnya ini merupakan persiapan paling awal dan harus segera dipenuhi agar Kamu bisa fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi "inti" dari wawancara itu sendiri.  

2. Mempersiapkan Mental

Berdasarkan pengalaman pribadi, persiapan mental adalah yang terpenting. Kalau tidak memiliki mental yang siap atau grogi, apapun yang sudah direncanakan dan dikuasai akan hilang semua alias ngeblank.

Lalu bagaimana mepersiapkan mental yang bagus untuk wawancara beasiswa?

Mempersiapkan mental yang bagus untuk wawancara beasiswa dapat dilakukan di antaranya dengan melatih kemampuan berbicara. 

Sebelum pelaksanaan, cobalah untuk mulai membiasakan diri berbicara secara lebih tertata, tidak terburu buru, dan menyampaikan apa yang di pikirkan dengan lengkap dan jelas.

Persiapan ini penting untuk dilakukan, karena setiap orang memiliki kemampuan berbeda-beda untuk berbicara didepan orang. Apalagi dengan keadaan bertatap muka, dan diberikan banyak pertanyaan secara mendadak. 

Jadi segera sadari sejauh apa kemampuan Kamu berbicara di depan orang. Kalau merasa kurang, segera belajar.

Terutama bagi Kamu yang tidak terbiasa dengan public speaking, atau berdiskusi sebelumnya, sebaiknya melakukan lebih banyak latihan.

3. Menjawab dengan Jujur

Jangan pernah berbohong dalam wawancara. 

Pihak Kemdikbud telah mempersiapkan orang-orang khusus untuk mewawancarai Kamu, biasanya mereka memiliki latar belakang sebagai psikolog. Jadi, besar kemungkinan mereka tahu apakah kita berbohong atau tidak.

Ketika kamu menyampaikan kebohongan, mereka akan berusaha menggali kebohongan tersebut. Seperti apa contohnya? 

Misalnya dengan memberikan pertanyaan pancingan yang berulang. 

Mereka akan memberikan suatu pertanyaan pancingan, kemudian mereka akan mengingat jawabanmu. Setelah itu melanjutkan dengan pertanyaan lain. Tapi pada suatu momen, Kamu akan diberikan lagi pertanyaan yang hampir sama dengan pertanyaan pancingan awal.

Hal ini untuk melihat bagaimana jawabanmu, apakah konsisten atau tidak. Jika tidak maka akan semakin jelas terlihat kalau kamu sedang berbohong. 

Jika sudah demikian, maka jawaban-jawaban selanjutnya juga kemungkinan akan dipenuhi dengan kebohongan. Karena Kamu akan berusaha menutupi kebohongan yang pertama. Paham kan ya?

Jadi, kunci menghadapi wawancara yang utama adalah kejujuran. 

Wawancara beasiswa tidak mencari kandidat yang sempurna dengan segudang kelebihan, tetapi justru ingin melihat kita seutuhnya.

Apabila kita memiliki kelebihan maka sampaikan kelebihan tersebut, dan apabila kita memiliki kekurangan maka jangan malu untuk menyampaikannya.

Ingat kuncinya adalah jujur.

4. Seimbang dalam Menjawab (Balance)

Seimbang dalam menjawab pertanyaan dan menambah jawaban. 

Ini terkadang menjadi hal yang sulit. Ingat prinsipnya gini, berbeda keperluan wawancara maka gaya menjawabnya juga harus berbeda.

Kalau Kamu diwawancara oleh pihak berwajib, maka jangan pernah menjawab hal yang tidak ditanyakan. tetapi kalau untuk wawancara beasiswa akan berbeda.

Jika kita hanya menjawab apa yang ditanyakan, terkadang ada hal yang perlu diluruskan dan diperjelas tentang konteks yang kamu sampaikan, sehingga perlu untuk menambahkan jawaban kita. benar kan?.

Namun, kita juga harus bisa menahan diri atau "mengerem" agar jawaban yang kita sampaikan tidak ngelantur kemana-mana.

Kita harus mampu menyeimbangkan. Kapan kita boleh menambah jawaban, meskipun mungkin tidak ditanyakan secara langsung oleh pewawancara. Tetapi seberapa banyak penambahannya, itu juga wajib Kamu ketahui batasannya.

Logikanya seperti ini, Kalau pewawancara meminta dijelaskan 100%, kita bisa menjelaskan 105%. Tetapi jangan sampai kita menjelaskan sampai 150%. Bisa-bisa dianggap terlalu bertele-tele.

Singkatnya, jelaskan jawabanmu secara jelas namun to the point, langsung ke poin apa yang ditanyakan oleh pewawancara.

5. Mampu Mengatasi Kekurangan

Tidak selamanya kita harus menunjukkan keunggulan, tapi terkadang dengan menunjukkan atau mengakui sebuah kekurangan juga menjadi nilai tambah untuk diri kita.

Seperti sebelumnya, poin pentingnya adalah kejujuran dan apa adanya. 

Pewawancara akan melihat bahwa kamu memang orang yang jujur, dan mau mengakui kekuranganmu di saat para peserta yang lain mungkin berusaha untuk menutupi kekurangan dan hanya menunjukkan kelebihan.

Jadi jangan ragu untuk menyampaikan kekurangan diri kita. 

Meskipun demikian, dalam menjelaskan kekurangan kita, juga harus disertai dengan penjelasan bagaimana solusi kita untuk mengatasi kekurangan tersebut.

Sebagai contoh, misalnya Saya memiliki kekurangan dalam hal multitasking, dimana Saya tidak bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.

Maka jangan hanya memberikan jawaban dengan menceritakan bahwa saya mengakui kalau saya memiliki kelemahan dalam hal multitasking, dimana saya tidak bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan apabila dilakukan dalam satu waktu.

Tetapi cobalah untuk menambahkan solusi dalam jawabanmu.

Misalnya, Saya memang memiliki kelemahan dalam hal tersebut, tetapi saya sudah berusaha mencoba mengatasinya dengan cara membuat jadwal. Saya dari jam 7-9 harus menyelesaikan kegiatan A, dari jam 10-12 menyelesaikan kegiatan B. 

Jadi meskipun saya bukan tipe orang yang bisa multitasking, tetapi kelemahan itu sudah bisa saya atasi.

Jawaban tersebut akan memberi nilai tambah meskipun dengan mengakui kekuranganmu.

6. Kuasai Essay

Semua beasiswa yang mensyaratkan essay, wawancaranya adalah untuk mengkonfirmasi, membahas kembali dan mendiskusikan essay yang telah dibuat. 

Pertanyaan yang diberikan akan menanyakan seputar detail essay. Dengan menguasai esay yang sudah ditulis sebelumnya, kita bisa menjelaskan dengan detail, tenang dan yakin.

6. Jangan Mengarang

Selain pertanyaan seputar essay, terkadang dalam wawancara akan mendapatkan pertanyaan yang seringkali mengagetkan atau diluar dugaan. 

Misalnya profil jurusanmu berkaitan dengan ekonomi, tetapi diberikan pertanyaan bagaimana pendapatmu tentang permasalahan obesitas di Indonesia?.

Mungkin bagi beberapa mahasiswa bisa menjawab, tetapi apabila mendapatkan pertanyaan yang memang tidak kita ketahui jawabannya, jangan coba untuk mengarang sendiri jawabanmu.

Jawablah semampu kita, dengan pengetahuan yang kita miliki. Kalau kita memang tidak mengetahuinya sama sekali, maka jawab saja kalau memang kita tidak mengetahui tentang isu tersebut, atau saya tidak mengetahui tentang permasalah obesitas di Indonesia.

Ohiya, tapi juga jangan setiap pertanyaan yang tidak ketahui langsung dijawab saya tidak tahu, atau kita tidak mau menjawabnya sama sekali. Kita harus tau kapan kita tidak bisa menjawab pertanyaan interviewer.

Poin pentingnya, jangan coba-coba berspekulasi seolah-olah kita tahu.

Lalu apa saja pertanyaan yang biasa ditanyakan?

Daftar Pertanyaan Wawancara Beasiswa Unggulan menurut Pengalaman Pribadi

pertanyaan-wawancara-beasiswa
sumber: canva.com

1. Silahkan Perkenalkan dan Ceritakan tentang Dirimu

Saya rasa setiap wawancari beasiswa akan menanyakan hal ini. cobalah untuk menjawab pertanyaan dari perspektif yang berbeda, jangan hanya memperkenalkan nama dan apa yang sudah ada di berkas catatan interviewer. Ceritakan hal lain yang masih berkaitan dengan beasiswa.

2. Apa Alasan Mendaftar Beasiswa Unggulan?

jelaskan apa yang memang menjadi alasanmu sendiri. jawaban saya dulu, karena orang tua saya. Saya berasal dari keluarga yang pas-pasan dan bukan dari keluarga yang berlebih. Untuk bisa menguliahkan saya mereka harus bersusah payah.

Untuk itu alasan saya mendaftar beasiswa ini adalah untuk membantu meringankan beban orang tua saya. Saya yakin dengan mendapatkan beasiswa ini, akan sangat membantu orang tua saya.

3. Dari Jurusan Apa?

Ini tipe pertanyaan yang jawabannya tidak perlu kamu tambahkan. 

4. Apa Kegiatan Kamu Selama Berkuliah?

Yang ini juga tidak butuh tambahan, wawancara beasiswa memang seperti ini. Ada pertanyaan singkat dan yang panjang

5. Kamu dari Jurusan Gizi ya? Menurutmu Junkfood itu Bagamaina?

Nah pertanyaan semacam ini memang memancing kita untuk menjelaskan, seperti tips sebelumnya. Saya jelaskan sesuai dengan kadar keilmuan saya yang pada saat itu baru mempelajari dasar ilmu gizi. 

Meskipun memang pada saat itu saya tidak bisa menjelaskan dengan panjang lebar, namun saya menyampaikan dengan fakta umum yang ada dan sesuai dengan ilmu yang sudah dipelajari waktu itu.

Ohiya, saya dulu mendapatkan pertanyaan semacam ini diulang 2 kali, dan saya menjawab dengan jawaban yang sama.

6. Coba Jelaskan tentang Keluargamu

Ya ini pasti punya versi jawaban masing-masing nantinya, yang terpenting jelaskan saja sesuai keadaan. Tidak perlu mendramatisir atau yang lainnya. Kalau memang adanya A ya jelakan A.

Dulu saya sampaikan tentang kondisi ekonomi, kebutuhan untuk berkuliah saya dan saudara saya, jumlah saudara, dan statusnya bagaimana apakah kerja atau tidak. ya intinya seputar itu.

7. Beasiswa ini kan dari Uang APBN, milik negara. Apa yang akan kamu lakukan jika mendapat beasiswa ini?

Apabila saya mendapatkan beasiswa ini, selain karena memang saya membutuhkannya, ini merupakan tanggung jawab rakyat dan negara yang diberikan kepada saya. Untuk itu saya akan menggunakannya dengan sebaik mungkin. 

Karena diperuntukkan untuk keperluan kuliah, maka akan saya gunakan untuk menunjang peningkatan prestasi akademik dan non-akademik saya. Yang terpenting saya tidak akan menyalahgunakan beasiswa ini.

8. Coba Ceritakan Kelebihan dan Kekurangmu?

Ini masing-masing orang punya kelebihan dan kekurangan yang berbeda. jadi sesuaikan dengan dirimu.

9. Apa yang Akan Kamu Lakukan setelah Mendapatkan Beasiswa ini?

Menurut saya sebenarnya pertanyaan ini hampir sama dengan peryanyaan nomer 7, namun dengan cara yang berbeda. Begitupun jawaban saya hampir sama dengan pertanyaan tersebut. Pertanyaan semacam ini untuk memastikan konsistensimu.

Sobat Kuliahind, Sejujurnya pertanyaan ini belum lengkap, karena beberapa untuk pertanyaan saya sudah tidak mengingatnya. Setiap interviewer juga memiliki pertanyaan yang berbeda-beda. Namun gambarannya adalah seperti itu.

Pengalaman pada waktu itu jujur, saya tergolong orang yang mendapatkan sedikit pertanyaan. Bahkan seingat saya, tidak ada pertanyaan yang berkaitan dengan essay. 

Waktu wawancara saya pun tergolong sebentar, mungkin sekitar 10-15 menit. Sedangkan banyak rekan saya yang mencapai 30 menit. 

Banyak faktor yang mempengaruhinya, bisa dari interviewernya yang memang memiliki segudang pertanyaan. Atau karena jawaban kita yang rawan untuk dikulik lebih dalam oleh interviewer. 

Yang terpenting tunjukan rasionalitas, mampu bertindak efektif, siap bekerja, dan mampu menyesuaikan dengan segala keadaan.

Sobat Kuliahind, demikian artikel tentang wawancara beasiswa unggulan. Bahasan ini berdasarkan pengalaman pribadi. Semoga tips ini bisa memberikan pandangan dan gambaran untuk Kamu. Apabila ada pertanyaan atau kekurangan silahkan bisa ditanyakan di kolom komentar.

Fadlil F
Fadlil F Fadlil adalah mahasiswa Gizi di Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang memiliki ketertarikan pada menulis, gizi, olahraga, dan perkuliahan.

4 comments for "Tips Wawancara Beasiswa Unggulan dan Pertanyaannya"

  1. Kalau boleh tau wawancaranya pakai bahasa indonesia atau bahasa inggris yaa kak?

    ReplyDelete
  2. Memakai bahasa Indonesia, tapi tidak menutup kemungkinan diberi pertanyaan pakai bahasa Inggris.
    Jadi persiapkan saja kaduanya.

    ReplyDelete
  3. kak mau tanya, yang lolos ke tahap wawancara itu yang udah disaring dari tahap berkas atau semua pendaftar bakal diwawancara tanpa penyaringan?

    ReplyDelete