Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Essay Beasiswa Unggulan Kemdikbud 2021

contoh-essay-beasiswa-unggulan

Tidak terasa saat ini pendaftaran beasiswa unggulan sudah kembali dibuka.

Hal ini membuat saya sedikit mengingat bagaimana pengalaman saya untuk mendapatkan beasiswa ini. Salah satu pengalaman yang masih teringat jelas adalah sewaktu membuat essay untuk seleksi beasiswa unggulan.

Kita tahu membuat essay sebagai persyaratan untuk beasiswa tidak bisa dibuat asal-asalan. Oleh karena itu melalui artikel ini, saya ingin berbagi tentang contoh essay beasiswa unggulan yang bisa dijadikan referensi sobat untuk mengikuti seleksi di tahun 2021 ini.

Sangat senang rasanya apabila Sobat membacanya dan merasa apa yang saya lakukan bisa memberikan sedikit manfaat.

Aturan ketentuan dan tema essay yang digunakan di tahun ini masih sama, untuk itu saya akan coba memberikan dua contoh essay beasiswa unggulan milik saya pribadi dan teman seangkatan saya dulu.

Barangkali lupa persyaratan penulisannya dapat dilihat di sini

Ohiya kalau contoh dibawah masih kurang, saya sertakan contoh essay beasiswa unggulan lain yang menarik dalam bentuk file pdf 

Biar makin lengkap, baca juga : 

Persiapan Tahap 2nya juga ya :
Alternatif Beasiswa : 

Berikut Contoh Essay Beasiswa Unggulan

Essay 1

Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia 

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di dunia, terletak pada  jalur perdagangan dunia yang strategis. Yaitu pada posisi silang dunia, diapit oleh  dua benua dan dua samudra. Selain potensi tersebut didukung pula dengan sumber  daya alam dan manusia yang melimpah. Hal ini tentunya bisa dimanfaatkan  Indonesia untuk terus berkembang dan menyejahterakan kehidupan rakyatnya.

Hal tersebut menuntut Indonesia untuk terus melakukan perbaikan dan  peningkatan kualitas, khususnya kualitas sumber daya manusia agar memiliki  keunggulan dan daya saing. Hal ini diperlukan karena sumber daya manusia  merupakan faktor paling berpengaruh di kehidupan. Dengan kemampuan manusia  untuk mempengaruhi alamnya, menunjukan bahwa sumber daya manusia sangat  sentral adanya.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia amat diperlukan karena memiliki  aspek yang penting bagi peningkatan produktivitas dan juga memiliki tujuan-tujuan  tertentu yang pastinya harus dicapai demi kemajuan pembangunan bangsa. 

Menyikapi hal itu, saya sangat sadar bahwa menjadi generasi yang unggul  adalah sebuah keharusan. Sekarang ini, perkembangan IPTEK (ilmu pengetahuan  dan teknologi) telah mempercepat arus globalisasi. Persaingan dalam kancah  nasional dan Internasional menjadi semakin ketat. Bukan hanya itu, persaingan  dalam lingkup lokal (daerah) juga tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, hanya  manusia unggul yang mampu memenangkan persaingan, baik di lingkup lokal,  nasional, maupun global.

Menurut saya manusia unggul dapat diartikan sebagai manusia yang lebih baik dari manusia lainnya. Dalam hal ini, manusia yang memiliki kecakapan,  berjiwa pemimpin, kuat, cerdas, tidak mudah putus asa, dan mau bekerja keras  dalam menggapai prestasi, selain itu menjadi manusia yang unggul juga harus  didukung dengan akhlak terpuji serta mampu memahami kemampuan dirinya  sendiri.

Menjadi bagian dari generasi unggul memang sulit dan membutuhkan  perjuangan. Namun, akan lebih sulit jika hidup tanpa sikap unggul yang melekat  pada diri saya. Menjadi manusia yang unggul bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sesuatu yang harus diciptakan melalui sebuah proses. Oleh karena itu,  saya berusaha menjadi bagian dari generasi unggul kebanggaan bangsa Indonesia salah satu caranya melalui pendidikan.

Sekarang ini, saya sedang berusaha menjadi bagian dari generasi unggul kebanggaan bangsa Indonesia. Yaitu dengan menempuh pendidikan di salah satu  perguruan tinggi negeri di Indonesia, tepatnya di Universitas Negeri Semarang  dengan mengambil program studi Ilmu Gizi.

Banyak anggapan yang telah lama ada, apabila mampu berkuliah di  perguruan tinggi negeri maka dianggap sebagai pribadi yang unggul. Dalam  perjalanan saya untuk bisa berkuliah di Universitas Negeri Semarang, banyak  hambatan dan kegagalan yang harus saya lalui terlebih dahulu.

Kegagalan diawali dengan tidak mampu untuk meraih nilai Ujian Nasional yang memuaskan. Dalam menghadapi Ujian Nasional, Persiapan yang saya lakukan  dapat dikatakan sudah maksimal. Saya telah memulai persiapan sejak awal kelas 11 hingga akhir kelas 12, persiapan diantaranya adalah dengan mengikuti les privat  dan juga dengan membuat catatan kecil materi untuk mempermudah proses belajar. Akan tetapi hasil Ujian Nasional yang saya dapatkan tetap tidak maksimal. Hal tersebut merupakan kegagalan pertama yang saya alami.

Menunggu hasil SNMPTN sedikitnya mengobati rasa kecewa pada saat itu,  saya menunggu hasil seleksi tersebut dengan perasaan cukup percaya diri. Karena  saya cukup yakin dengan bekal nilai yang diperoleh sejak kelas 10 SMA. Akan  tetapi, rasa percaya diri tersebut seketika runtuh pada hari pengumuman seleksi.  Saya dinyatakan tidak diterima oleh perguruan tinggi yang dituju. Pada hari itu,  perasaan kecewa, sedih, dan perasaan tidak enak kepada orang tua bercampur dalam  pikiran. Saya mulai kehilangan rasa percaya diri.

Tidak lama setelah pengumuman SNMPTN, saya mendaftar untuk mengikuti  ujian SBMPTN. Dengan perasaan kecewa dan tidak percaya diri yang masih ada,  saya mencoba menutupinya dengan semangat baru untuk meraih masa depan.  Terkadang kegagalan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan harus  dihadapi untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dengan hal tersebutlah, saya  memantapkan diri untuk mempersiapkan dan mengikuti ujian SBMPTN. Tetapi, nasib baik tak kunjung saya dapatkan, saya kembali tidak diterima dan dinyatakan  gagal. 

Kegagalan itu benar-benar membuat saya berada pada titik terendah dalam  perjalanan kehidupan. Perasaan sedih, kecewa, tidak enak, tidak percaya diri, dan  putus asa benar-benar memuncah pada diri saya. Seakan tidak ada yang bisa untuk  saya perjuangkan lagi. Tetapi, saya sangat bersyukur memiliki orang tua yang sangat  baik. Nasihat-nasihatnya mengenai kehidupan, dan senantiasa mengingatkan untuk  selalu berdoa serta mengingat Allah Swt. Benar-benar membuat saya sadar, bahwa  untuk menjadi seseorang yang unggul harus berjuang keras dan tak kenal putus asa.

Dengan semangat yang telah kembali, saya mendaftar untuk mengikuti ujian  Seleksi Mandiri. Saya mengikuti seleksi tersebut dengan perasaan yang lebih  mantap dan tenang. Setelah mengalami banyak kegagalan, pada akhirnya hasil  manis saya dapatkan. Yaitu dinyatakan lolos Seleksi Mandiri di Universitas Negeri  Semarang dengan prodi Ilmu Gizi.

Semua proses tersebut benar-benar memberikan pelajaran yang berharga bagi saya. Kehidupan adalah suatu proses, hambatan senantiasa mengiringi proses  tersebut, begitu pula dengan keberhasilan. Mampu melewati seluruh proses penuh  hambatan demi meraih keberhasilan, menurut saya dapat membentuk suatu pribadi  yang unggul.

Generasi muda yang unggul sekarang ini sangat dibutuhkan oleh bangsa  Indonesia. Seperti yang telah saya paparkan sebelumnya, hanya manusia unggulan  yang dapat memenangkan persaingan. Dalam hal ini bangsa yang unggul adalah  bangsa yang menang. Berdasarkan hal tersebut, memberikan kontribusi yang  terbaik bagi bangsa Indonesia lebih dari sebuah keharusan.

Suatu kontribusi terbaik untuk bangsa, dapat dilakukan melalui bidang dan  keahlian masing-masing individu. Oleh karena itu, saya sebagai calon ahli gizi ingin  memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa Indonesia melalui bidang kesehatan  gizi.

Jika dilihat dari potensi sumber daya alam khususnya sumber daya pangan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Hal tersebut dapat dilihat dari  bervariasinya bahan pangan yang dapat ditemukan di Indonesia. Kondisi iklim di  Indonesia juga sangat mendukung untuk berkembangnya berbagai macam bahan pangan baik di laut maupun di darat. Apabila potensi tersebut dioptimalkan, dapat  menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang mandiri tidak hanya dalam  bidang pangan, tetapi juga dalam bidang kesehatan gizi.

Dalam bidang kesehatan gizi, bahan pangan merupakan sumber nutrisi bagi  manusia. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan kekurangan gizi, dalam kasus yang lebih buruk sering disebut gizi buruk. Untuk menghindari hal tersebut  dibutuhkan ketercukupan nutrisi untuk tubuh. Hal tersebut dapat diperoleh dengan  mengonsumsi berbagai macam bahan pangan. 

Apabila diperhatikan, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya dapat  memanfaatkan potensi yang dimiliki secara mandiri. Misalnya masih belum  dimanfaatkannya suatu bahan makanan secara efektif untuk konsumsi, selain itu  masih adanya kepercayaan terhadap mitos mengenai suatu bahan pangan. Hal  tersebut menjadi salah satu faktor penyebab masih adanya kasus gizi buruk di  Indonesia. 

Oleh karena itu, dibutuhkan orang yang mampu memberikan edukasi, serta  menerapkan langkah preventif dan promotif terhadap masyarakat mengenai bahan  pangan dan kesehatan gizi yang dapat ditimbulkannya.

Berdasarkan seluruh hal yang telah saya paparkan, saya Muhammad Fadlil sebagai calon ahli gizi siap mengambil peran sebagai generasi unggul kebanggaan bangsa Indonesia dan siap untuk memberikan kontribusi yang terbaik  untuk bangsa Indonesia melalui bidang keahlian saya

Semarang, 18 April 2018


Muhammad Fadlil

essay-beasiswa-unggulan-kemdikbud
sumber: canva.com

Essay 2

Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia

Unggul dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti lebih tinggi dari pandai, baik, cakap, kuat, awet, utama, terbaik, terutama. Dalam hal ini, unggul dapat digambarkan sebagai  ukuran lebih tinggi tinggkatannya dari sekedar baik. Kata unggul sering digunakan bagi  orang yang berprestasi dalam akademiknya saja. Namun, bagi saya “unggul” bukan hanya  milik orang yang berprestasi dalam akademiknya, melainkan orang yang memiliki akhlak  terpuji dan memahami kemampuan dirinya sehingga senantiasa untuk berusaha menjadi yang  terbaik. Dengan demikian saya yakin bahwa orang yang ramah, jujur, mau bekerja keras, dan  peduli merupakan orang yang unggul walau prestasi yang ditorehkan itu tidak mendapat  sertifikat atau penghargaan dari suatu dinas maupun instansi yang lainnya. Namun, dengan  adanya akhlak terpuji maka mereka sudah unggul dimata masyarakat dan Sang Pencipta. 

Walaupun saya tidak memiliki sertifikat atau penghargaan yang lain, tetapi saya  mempunyai semangat untuk menjadi yang terbaik dan unggul dimata orang lain. Terbukti,  ketika masih sekolah dasar di SDN 1 Durajaya, saya selalu masuk peringkat 3 besar di kelas.  Tidak hanya itu, saya pernah mewakili sekolah dalam lomba cerdas cermat tingkat SD se-Kecamatan Greged. Saya dikenal oleh semua guru-guru dan teman-teman, tidak jarang saya  dipercaya untuk ikut membantu teman-teman yang kesulitan belajar dengan membentuk  kelompok belajar. 

Setelah lulus sekolah dasar, saya melanjutkan ke SMP N 1 Beber. saya lebih terpacu  untuk belajar dengan sungguh-sungguh mengingat persaingan di sekolah tersebut yang cukup  ketat. Selama 3 tahun bersekolah Alhamdulillah saya masuk peringkat 3 besar di kelas. Untuk  meningkatkan pengetahuan dan pengalaman, saya mengikuti beberapa ekstrakurikuler sesuai  dengan bakat dan minat yang saya miliki. Saat saya duduk dibangku Sekolah Menengah  Pertama, saya mengikuti beberapa esktrakurikuler yang ada disekolah tersebut, yang pertama  saya mengikuti Ekstrakulikuler Pramuka, tidak hanya sekedar ekstrakulikuler namun  Pramuka pada saat itu banyak mengikuti kejuaraan. Yang pertama sekolah saya mendapatkan  kejuaraan LT II tingkat Kecamatan, lalu Scout Really tingkat Kabupaten, lalu saya juga ikut terlibat dalam acara Gebyar Pramuka yang diadakan di Kabupaten. Tidak hanya itu, saya juga  mengikuti ekrakurikuler Drum Band, dan sering diundang untuk menjadi pengisi acara dalam  acara perpisahan TK. Saya juga mengikuti Pengembangan Diri Matematika, Bahasa Inggris,  dan Seni Budaya, saya juga aktif dalam organisasi OSIS, bahkan saat saya duduk dibangku  kelas 8 dicalonkan sebagai ketua osis, dan akhirnya diberi amanah menjadi ketua osis selama  1 periode. Adanya pengalaman ini dan keaktifan dalam belajar, membuat saya lebih memiliki  kepercayaan diri dan berani tampil didepan umum, hingga akhirnya saya mulai dikenal oleh  guru-guru dan teman-teman.

Setelah lulus dari SMPN 1 Beber kemudian saya memilih melanjutkan sekolah ke  SMAN 1 Beber, yang sudah terakreditasi A. Menjadi seorang siswi SMA membuat saya terus mencoba untuk mengembangkan softskill dalam diri saya. Oleh karena itu, saya mengikuti  beberapa organisasi.

Organisasi yang pertama saya ikuti yaitu OSIS dan saya pun diterima sebagai Bendahara, selain itu saya juga terus melanjutkan kepramukaan saya di SMA hingga  akhirnya saya dilantik menjadi Bantara. Selain itu juga saya mengikuti ekstrakulikuler Drum Band, karena saat itu saya ingin meningkatkan ilmu musik saya dibidang seni. 

Selama 3  tahun di SMA saya juga selalu masuk dalam peringkat 3 besar. Dan pada saat saya kelas 11  masuk jurusan IPA, dan saat itu juga saya dicalonkan sebagai kandidat ketua osis, walaupun  masih kalah suara namun itu merupakan sebuah pengalaman, sampai akhirnya saya  ditetapkan sebagai Bendahara OSIS selama 2 periode. Kalah dalam pemilihan ketua osis, saya  pun diberi kepercayaan untuk menjadi ketua Pramuka atau sering disebut Pradana Putri.  Sekolah saya pun akhirnya mengikuti kegiatan perlombaan Raimuna Kanira yang  diselenggarakan oleh Kabupaten, hingga mendapatkan juara 3 sangga tergiat. 

Saya juga  pernah mengikuti Ekstarakulikuler ROHIS atau kerohanian islam. Saya menyadari bahwa  menjadi sukses tidak hanya diperlukan unggul dalam bidang akademis saja, namun harus  juga memiliki keunggulan dalam segi akhlaknya. Karena kesuksesan bukan hanya sekedar  berusaha, namun juga kedekatan dengan Sang Pencipta membuat kesuksesan menjadi berkah  dan bermanfaat. Maka dengan mengikuti organisasi tersebut, saya berharap menjadi seorang  yang unggul dalam segala bidang, baik akademis maupun spiritualnya.

Ketika kelas 12, saya tidak pernah mengikuti les atau tempat kursus di lembaga  tertentu karena keterbatasan biaya dan jarak yang jauh dari rumah. Karena itu, saya memilih  belajar sendiri dengan tekun, sangat wajar ketika ujian nasional saya mendapatkan nilai  kurang pada mata pelajaran tertentu. Namun demikian, pada saat pendaftaran perguruan  tinggi jalur SNMPTN dibuka, saya sangat bersyukur karena dalam penyeleksian jalur tersebut  menggunakan nilai raport bukan hanya dari nilai ujian nasional. Dengan begitu, saya menjadi optimis dan yakin akan diterima di salah satu perguruan tinggi negeri yang saya pilih nanti.  Berkat usaha dan do’a, saat pengumuman seleksi tersebut saya berhasil lolos masuk di  Universitas Negeri Semarang prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Kehidupan menjadi mahasiswa pun saya jalani, setiap langkah pasti ada rintangan dan  masalah. Namun demikian, saya mencoba untuk kuat dan tegar. Pertama kali dalam hidup saya yang mengharuskan untuk jauh dari orang tua dan mandiri di kota Semarang. Biaya hidup dan kuliah yang begitu mahal, saya rasakan begitu berat bagi kedua orang tua di  rumah. Akan tetapi, ini menjadi suatu motivasi bagi saya untuk semangat belajar, menjadi  unggul dari teman-teman yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, dan  mendapatkan nilai terbaik.

Mengikuti suatu organisasi merupakan salah satu cara menjadi unggul dalam  membangun karakter, belajar bekerja sama, dan belajar membagi waktu dengan adil. Oleh  sebab itu, saya memilih untuk mengikuti beberapa organisasi di kampus seperti HIMA IKM  (Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat). Kesibukan antara organisasi dan kuliah  yang saya hadapi, membuat saya menjadi pribadi yang lebih menghargai waktu dan orang  lain.

Sebagai mahasiswa Jurusan kesehatan masyarakat, saya harus mempunyai cita-cita  untuk mewujudkan kesehatan Indonesia. Saya harus beraksi untuk negeri. Karena, Indonesia  merupakan negara besar yang berpenduduk sekitar 250 juta jiwa dengan pertumbuhan  penduduk 1,49 persen per tahun. Tentunya hal ini menyebabkan banyaknya permasalahan  yang ada di Indonesia. Hal ini memerlukan perhatian yang cukup serius dari seluruh lapisan  masyarakat. Terutama dari sarjana lulusan kesehatan masyarakat.

Esensi dari essay saya adalah bahwa mahasiswa kesehatan masyarakat berkontribusi  penuh di seluruh lapisan masyarakat, dan lingkungan. Mulai dari masalah yang kecil sampai  ke skala besar. Oleh sebab itu alangkah baiknya jika penyuluhan-penyuluhan semakin banyak  dilakukan di seluruh lapisan masyarakat agar membuat mereka benar-benar sadar bahwa  kesehatan adalah yang nomor 1 dan dapat dimulai dengan langkah-langkah preventif  sehingga penyakit dan hal lainnya tidak terjadi. Dan saya yakin dengan pengetahuan yang  cukup selama masa perkuliahan akan membantu masyarakat dan lingkungan sekitar menjadi  lebih sehat lagi.

Oleh karena itu, mahasiswa lulusan kesehatan masyarakat diharapkan dapat menjadi  pionir ilmu kesehatan dan menjadi ahli-ahli kesehatan masyarakat yang berkontribusi untuk  masyarakat di Indonesia secara khusus dan masyarakat di dunia secara umum. Menjadi  penggiat berbagai acara kesehatan, melakukan penyuluhan, memberikan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat, dan menjadi sahabat bagi masyarakat terutama di bidang  kesehatan. Sehingga nantinya bermunculan para kader kesehatan dari suatu kelompok  masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan dan dapat mengaplikasikannya dalam  kehidupan sehari-hari.

Setelah lulus dengan gelar sarjana kesehatan masyarakat, saya berencana untuk  bekerja di Puskesmas dan membantu melayani masyarakat. Menjadi seorang Ahli Kesehatan  Masyarakat yang cekatan dan sigap dalam menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat dari  sumbernya adalah tugas yang harus saya kerjakan. Banyak dari masyarakat daerah saya yang  mengalami masalah kesehatan karena gaya hidup, faktor ekonomi, dan lingkungan yang  kurang sehat. Oleh karena itu, saya merencanakan program berupa penyuluhan kesehatan  kepada masyarakat sekitar, agar mereka tau, mau dan mampu untuk mengubah pola hidup  mereka menjadi lebih sehat serta adanya pemantauan kesehatan sebagai bentuk kelanjutan  program tersebut.

Setiap orang memiliki impian yang ingin diwujudkan melalui proses yang panjang,  keterbatasan yang saya memiliki tidak akan menjadi penghalang untuk mewujudkan sebuah  impian. Impian yang ingin saya wujudkan adalah membahagiakan kedua orang tua dan  menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain dan masyarakat sekitar. Saya yakin atas  kemampuan dan kerja keras yang menjadikan saya generasi yang unggul yang berguna bagi  bangsa Indonesia. Oleh karena itu, saya termotivasi untuk mengikuti beasiswa unggulan  masyarakat berprestasi ini.

Semarang, 14 April 2018


Yulia Santi

Baca Juga : Cara Mendapatkan Beasiswa

Hal yang perlu diperhatikan saat menulis

Apa yang bisa dapat kalian ambil dari kedua contoh essay beasiswa unggulan tersebut?. Yaps, essay tersebut lebih cenderung menyampaikan latar belakang, keunggulan diri (tidak harus prestasi kejuaraan), kepekaan terhadap permasalahan bangsa, serta motivasi dan semangat untuk memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Jadi, tulislah essay sesuai kondisi, keinginan, dan kreatifitas sendiri. Cukup jadikan kedua essay tersebut sebagai referensi tetapi jangan copy paste mentah-mentah karena sudah pasti itu tidak akan menggambarkan keunggulanmu sendiri. Setiap orang memiliki keunggulan masing-masing kan?

Sobat Kuliahind, dalam menulis essay untuk beasiswa unggulan sebenarnya tidaklah terlalu susah, yang terpenting adalah keluarkan seluruh kemampuanmu dalam menulis. 

Essay sendiri berdasarkan dalam beberapa kesempatan disampaikan sebagai salah satu faktor penting penentu kelolosan selama seleksi. Hal ini berdasarkan pengalaman pribadi selama mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Kemdikbud. 

Tetap semangat dan maksimalkan usaha ya sobat Kuliahind !!

Fadlil F
Fadlil F Fadlil adalah mahasiswa Gizi di Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang memiliki ketertarikan pada menulis, gizi, olahraga, dan perkuliahan.

30 comments for "Contoh Essay Beasiswa Unggulan Kemdikbud 2021"

  1. Terima kasih kembali.
    Semangat ya.

    ReplyDelete
  2. Sudah apply fix, pas dilihat 1095 kata kurang dari 1500, apa akibatnya?

    ReplyDelete
  3. Ditambah lagi, sesuaikan dengan ketentuan.

    ReplyDelete
  4. halo kak, kalo misal untuk pendahuluan kita mengambil sumber dari berita itu boleh gak sih? dan kalo bisa bagaimana cara pencantuman sumber? perlukah menulis di daftar pustaka?

    ReplyDelete
  5. Boleh banget.
    Kalau bentuknya data, tulis sesuai dan cantumkan sumbernya.
    Kalau bentuknya kalimat/paragraf, jangan lupa di parafrase (ditulis ulang dengan gaya bahasa sendiri, tapi tidak merubah makna), nah yg ini bisa di tulis misalnya " Merujuk dari sumber berita ABCD, generasi unggul adalah..... "

    Ini contoh saja ya, silahkan pilih dan susun kalimat yg lebih baik.

    ReplyDelete
  6. tapi tetep perlu cantumkan linknya di daftar pustaka?

    ReplyDelete
  7. Kalau memang melakukan sitasi ya ditulis.
    Kalau memang tidak mencantumkan di daftar pustaka tersendiri, ya itu tadi pakai kalimat "mengacu sumber berita dari A yang berjudul ABC dilanjutkan kalimat kamu"

    ReplyDelete
  8. waah thanks a lot kak, it really helped :)

    ReplyDelete
  9. You're welcome. Semoga sukses.

    ReplyDelete
  10. Halo kak, maaf out of topic nih. Boleh nanya - nanya tentang cara mengelola blog gk?

    ReplyDelete
  11. Boleh kok, silahkan.
    Bisa tanyakan ke email dulu.

    ReplyDelete
  12. Kak mau nanya tapi tentang yang pengisian organisasi, disitu ada tulisan 'bidang' nah itu diisi apa ya, misalnya saya ikut marching band, bidangnya itu musik kah atau alat yang saya mainkan ya?

    ReplyDelete
  13. Di organisasi itu ada ketua dsb nya tidak? Kalau ada yg dicantumin itunya, atau sebagai anggota(alat musik yg dimainkan).

    ReplyDelete
  14. ka mau tanya prestasinya yang dilampirkan yang terbaru kah kak? kalo prestasi nya waktu masih sd berlaku gak ya kak?

    ReplyDelete
  15. Di persyaratan sekarang sepertinya tidak ada keterangan berapa tahun terakhir kan?
    Nah kalau pengalaman rekan saya, prestasi minimal tingkat kabupaten dimasukkan semua dari SD sampai Kuliah. Kalau memang ada gapapa.

    Sedangkan saya sendiri hanya memasukkan satu prestasi sewaktu SMA kelas 11.

    Jadi, menurut saya dimasukkan saja semuanya yang terpenting memang ada sertifikat atau buktinya. Karena dulu, sertifikat prestasi beasiswa unggulan di cek saat pelaksanaan seleksi wawancara. Mungkin hampir sama.

    ReplyDelete
  16. kak mau tanya lagi dong kak
    kalo ada sertifkasi yang gk berhubungan dengan juara tapi lebih ke partisipasi itu bisa di masukan gk bang? trus kalo bisa itu dimasuki ke prestasi atau data sertifikasi kompetensi?
    tru bang mau nanya data biaya itu gimana yang maksudnya bg?
    makasi sebelumnya bang

    ReplyDelete
  17. Dulu banyak juga yang masukin, boleh-boleh saja. Kalau dulu hanya ada kategori prestasi, jadi dimasukkan ke prestasi.
    Sekarang disesuaikan saja, kalau memang bukan prestasi ya dimasukkan ke kompetensi.

    Data biaya yg terpenting input data besaran biaya UKT. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel kita tentang proposal beasiswa unggulan ya. Sudah saya tuliskan disana.

    ReplyDelete
  18. Untuk essaynya minimal 1500 huruf ka?

    ReplyDelete
  19. halo kak, saya mau tanya. ijazah dari sekolah belum keluar, apa bisa pakai skl?

    ReplyDelete
  20. kalau mahasiswa baru surat rekomendasinya diajukan oleh univ atau sekolah dulu kak?
    terus ada berapa gelombang pendaftarannya kak?
    terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau maba bisa dari sekolah sewaktu SMA jika tidak memungkinkan dari univ.

      kalau tidak salah tahun kemarin hanya buka 1 gelombang, mungkin karena pandemi.
      Jaman angkatan saya tahun 2018 dibuka 2 gelombang.

      Untuk tahun ini saya tidak tahu akan dibuka berapa gelombang.

      Delete